PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat karakter, dan berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Semangat Sumpah Pemuda diwujudkan melalui kegiatan panggung kreasi pemuda dan gerakan literasi digelar Inisiasimuda Pasangkayu dengan dukungan CSR PT Tanjung Sarana Lestari (TSL), PT Pasangkayu, dan PT Letawa.
Kegiatan perdana ini menghadirkan ruang bagi pelajar dan pemuda Pasangkayu untuk mengekspresikan diri melalui seni, puisi, dan berbagai penampilan kreatif berlangsung di Anjungan Vovasanggayu, Jalan Moh Hatta, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Selain panggung kreasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran gerakan open donasi buku melalui penyerahan simbolis buku motivasi dan kepemimpinan sebagai langkah awal mendukung pengembangan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Ketua Inisiasimuda Pasangkayu, Sarwan, mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk memberikan ruang bagi pemuda dan pelajar di Pasangkayu dalam mengembangkan bakat, berkarya, serta membangun budaya literasi.
Ia menekankan jangan takut untuk memulai, tetapi mulailah dari kecil dan lakukan secara berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah terus belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengembangkan apa yang sudah kita mulai,” kata Sarwan.
Perwakilan CSR PT Pasangkayu, PT TSL, dan PT Letawa, Kartina, turut menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta pengembangan potensi wisata daerah.
“Kami mendorong organisasi kepemudaan untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi dalam memperkenalkan produk serta kekayaan lokal kepada masyarakat luas,” ujar Kartina dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Sejalan dengan upaya itu, Perwakilan Inisiasi Muda Cendikia Nusantara, Ahmad Faizal, selaku organisasi induk Inisiasi Muda Tikke dan Inisiasimuda Pasangkayu, mengajak generasi muda untuk aktif dalam organisasi kepemudaan guna meningkatkan wawasan kebangsaan dan kompetensi diri melalui kegiatan literasi, komunitas olahraga, serta aktivitas sosial dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, pemuda dapat belajar kepemimpinan, membangun kerja sama, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat,” terang Faizal.
Dalam sambutan pembukaan acara serta penyerahan simbolis Buku buku motivasi dan leadership untuk Gerakan Literasi Open Donasi Buku, Faizal juga mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba, perjudian, perkelahian, dan perilaku lain yang dapat merusak masa depan.
“Mari kita para pemuda menjaga persatuan, menghormati sesama, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Membangun iklim pengembangan pemuda di daerah agar memiliki ruang untuk menunjukkan bakat dan berekspresi membutuhkan kolaborasi serta kontribusi berbagai pihak.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda Pasangkayu.
Ketua Panitia, Junardi, mengapresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana begitu baik,” terangnya.
Tentunya, kata Junardi, ini tidak luput dari kerja sama semua pihak, baik panitia yang begitu antusias menyiapkan kegiatan maupun sponsor utama kami dari CSR PT Tanjung Sarana Lestari, PT Pasangkayu, dan PT Letawa.
Ia berharap, semoga kegiatan ini menjadi pemantik bagi pemuda Pasangkayu untuk selalu mengembangkan bakatnya karena adanya tempat untuk menuangkan bakat-bakat mereka.
“Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan di kemudian hari agar pemuda Pasangkayu selalu punya tempat untuk menampilkan bakat mereka,” ujar Junardi.
Sementara Sarwan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana Inisiasimuda Pasangkayu dengan tema ‘Panggung Kreasi Pemuda dan Gerakan Literasi’ yang dirancang untuk mewadahi bakat generasi muda sekaligus menumbuhkan budaya literasi.
“Mengapa demikian Inisiasimuda Pasangkayu membuat panggung kreasi pemuda? Karena kami yakin pemuda putra-putri daerah Pasangkayu ini mempunyai bakat masing-masing dan perlu sebuah wadah untuk menuangkan atau mengekspresikan bakat-bakat mereka,” jelas Sarwan.
Menurutnya, gerakan literasi karena kami meyakini kongres Sumpah Pemuda di 28 Oktober itu bisa diselenggarakan karena tingkat literasi pemuda saat itu begitu luar biasa.
“Kami juga ingin menyampaikan sebuah ide bahwa ke depannya kami ingin membuat sebuah kegiatan yang bernama Literacy Competition atau Lomba Literasi untuk selanjutnya kami akan sampaikan di waktu yang akan datang,” ungkap Sarwan.
Membangun Kepercayaan Diri dan Mengembangkan Bakat Pelajar
Kegiatan seperti Panggung Kreasi Pemuda menjadi wadah bagi pelajar dan pemuda Pasangkayu untuk menunjukkan kemampuan, menampilkan karya seni, serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di hadapan publik.
Perwakilan Pondok Pesantren Imam Al-Asy’ari DDI Pasangkayu, Arum Nur Fadilah membawakan puisi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pemuda untuk berani tampil dan mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pemuda untuk berani tampil, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan potensi diri.
“Kegiatan seperti ini penting bagi kami, khususnya pelajar, agar tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman berorganisasi, berkreativitas, dan membangun rasa percaya diri,” ujar Arum.
Hal serupa disampaikan Perwakilan UPTD SMAN 1 Pasangkayu, Adelia Pratiwi, yang tampil sebagai penari.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemuda untuk menyampaikan pesan melalui karya dan kreativitas.
“Bagi kami, tampil dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda merupakan kesempatan untuk menyampaikan pesan melalui karya dan kreativitas,” terangnya.
Ia menyampaikan, kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk menyuarakan semangat persatuan, kepedulian, dan harapan generasi muda.
“Semoga semakin banyak ruang bagi pemuda untuk berkarya dan menampilkan potensi mereka,” ujar Adelia.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak ruang kreatif dan kegiatan literasi yang dapat mendukung pengembangan karakter, keterampilan, serta potensi generasi muda di Kabupaten Pasangkayu. (*)


