Gowa — Fakultas Ilmu Budaya Unhas gelar seminar sehari dengan tema pemantapan program mahasiswa mengajar pada sekolah-sekolah dilingkup kecamatan tinggi moncong kabupaten Gowa dan pencanangan hari jadi Malino sebagai kota wisata bertempat di gedung mess pemprov Sulawesi Selatan,di jalan endang, kelurahan Malino, kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, kamis tanggal 15 Juni tahun 2023,
Kegiatan ini adalah merupakan salah satu tahapan awal sebagai sebuah bentuk perencanaan pencanangan hari jadi Malino, yang sudah sekian puluh tahun lamanya tidak pernah masyarakat Tinggimoncong/Malino dan sekitarnya mengetahui atau mendapat informasi yang valid, kapan sesungguhnya pertama kali Malino itu ada dan sejak kapan pertama kali tempat tersebut di beri nama Malino,
Berangkat dari diskusi-diskusi kecil yang sering di buat di beberapa tempat di kota Malino, kegiatan ini mulai di Ramu untuk menjadikan dalam bentuk diskusi ataupun seminar,
Dalam kegiatan seminar sehari tersebut , menghadirkan Narasumber dari berbagai pihak yaitu Bapak Prof.Dr. Andi Halilintar Latif M.Si.(Akademisi/Budayawan), Bapak Drs Hairil Muin M.Si. (Tokoh Masyarakat) dan Bapak Andi agung Iskandar (LSM). Seminar Sehari ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya universitas Hasanuddin Makassar, (Unhas ) Bapak Ismail buang s,sos (Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong) dari unsur TNI, Bapak Korwil kecamatan Tinggimoncong Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Tokoh Pendidik, tokoh agama,Tokoh Masyarakat, OKO, Ormas dan LSM.
Salah satu hal penting yang dihasilkan dari seminar tersebut adalah, para peserta seminar mengusulkan bahwa hari jadi Malino itu adalah tanggal 18 Desember 1927, tentunya dengan berbagai refrensi dan pertimbangan..
Selanjutnya diharapkan hasil dari kegiatan seminar sehari itu menjadi salah satu awal yang jadi acuan dalam penyusunan naskah akademik kemudian akan diserahkan ke pemerintah Daerah kabupaten Gowa untuk dibuatkan Peraturan Daerah, sehingga Malino yang saat ini sudah menjadi daerah wisata telah dikenal secara meluas, memiliki tanggal dan waktu tepatnya sebagai hari Jadi Malino secara pasti.
Sementara Kaharuddin Muji yang lebih akrab di panggil Daeng Muji salah seorang pemerhati sosial dan penggiat pemberdayaan Masyarakat, yang diketahui merupakan praktisi berasal dari Tinggimoncong yang saat ini menjadi Direktur WaKIL Found Indonesia dan Founther Sekolah Sungai Jeneberang, secara terpisah dihubungi oleh penulis, menyatakan memberikan penghargaan dan apresiasi yang besar terhadap pelaksana kegiatan seminar sehari dalam rangka mencari tahu kapan sesungguhnya Malino itu dilahirkan sehingga kemudian secara bersama nantinya bisa disepakati Tanggal, bulan dan Tahun berapa Hari Jadi Malino, dan berharap segera bisa disusun Naskah Akademiknya kemudian diusulkan untuk menjadi peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Gowa.
” Kami sangat Aspirasi Kegiatan seminar yang dilakukan Oleh adik-adik mahasiswa yang telah mencanangkan kapan hari jadi Malino dan berharap segera mungkin menyusun Naskahnya hingga bisa di usulkan menjadi Perda Gowa Kedepan” harapnya
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


