Padamu Sang Pemillik Rindu
Menyapa rindu lewat senja
bagaikan lantunan lagu di antara rintik hujan
sebuah nama terukir
dalam bingkai lagu sendu
terbayang wajah di balik sanubari
menyisakan kenangan penuh arti
Senyum menyapa di balik khayal
disaat aku meraba bayangmu
padamu yang selalu kurindukan
sang pemilik senyum manis
yang selalu setia menitip rindu pada relung hati
Masihkah kau setia
berdiri di ujung jalan
bak senja yang setia menanti malam
hingga jingga tak lagi merona
Padamu sang pemilik rindu
kuukir namamu dalam lubuk hatiku
agar angin tak dapat menghapus
dan ombak tak dapat menggulung
biarkan aku menjaganya
bersama kenangan yang kau ukir di mesin waktu
Padamu sang pemilik rindu
biarlah hati yang berbicara
mendekap rasa yang tak bertepi
biarkan waktu yang kan menjawab
hingga rindu hanya sebatas semu
Watansoppeng, 28 Januari 2023
Gadis Kecil Berlesung Pipi
Senyum ceria menyambut hangat
terdengar teriakan penyejuk jiwa
gadis kecil berlesung pipi
berlari dengan senyum manis
memberi pelukan hangat
pelepas lelah di ujung senja
Bibir mungil bersenandung
bagai kicau burung di atas dahan
berkisah tentang drama kehidupan
menjadi pengobat rindu ayah dan bunda
Gadis kecil berlesung pipi
yang selalu setia menitip rindu
di relung hati ayah dan bunda
pelepas dahaga dikala hati sedang gersang
pelipur lara dikala peluh merasuk jiwa
Gadis kecil berlesung pipi
permata hati ayah dan bunda
terima kasih tuk setiap sabarmu
penyemangat di awal pekan
pengobat rindu di akhir pekan
Walau jarak membentang
namun, doa tak pernah putus
kutitipkan penjagaanmu pada Sang Ilahi
lewat doa-doa yang selalu kupanjatkan
Watansoppeng, 21 Januari 2023
Semua Tentang Rasa
Di balik dinding kamarku
kurangkai memori saat bersamamu
rembulan menjadi saksi
setiap goresan pena yang menari menceritakan kisahmu
Di sini
kutulis dalam bingkai rasa
setiap kenangan yang engkau hadirkan
cinta dan rindu yang kau titipkan
bergema menghiasi hati yang gersang
Akankah kutemukan rasa
rasa yang akan menjadi penyegar jiwaku
dapatkah kurangkai kata dalam lantunan nada
menjadi syair penyejuk di padang pasir
Di sini
semua tentang rasa
kurangkai dalam tetesan air hujan
biarkan waktu yang kan menjawab
setiap tanya yang tak berujung
Watangsoppeng, 24 Juni 2022
——————————
Hardianty Hariadi, Saat ini berdomisi di Sidrap, penyuka Puisi
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


