SIDENRENG RAPPANG, LINTASNEWSMEDIA.ID – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Posko Bina Baru menyelenggarakan seminar akhir PBL I di Aula Kantor Desa Bina Baru, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Seminar tersebut bertujuan untuk menyajikan analisis situasi kesehatan berdasarkan diagnosis komunitas, guna menyusun rekomendasi intervensi program yang secara langsung mendukung akselerasi target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak).
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa FKM Unhas berhasil mengidentifikasi dan merumuskan lima masalah kesehatan prioritas di Bina Baru.
Kegiatan seminar akhir PBL I FKM Unhas merupakan kolaboratif lintas sektor, yang dihadiri oleh pemerintah setempat, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat.
Koordinator Posko PBL Bina Baru, Andi Muhammad Faiz Al Akhyar, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengumpulan data lapangan melalui rapid survey, observasi lapangan, wawancara terstruktur, diskusi bersama masyarakat, serta pemanfaatan data sekunder dari berbagai instansi terkait.
Seluruh temuan kemudian dibahas bersama pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan dengan menggunakan metode PAHO (Pan American Health Organization) untuk menentukan skala prioritas masalah.
“Adapun kelima masalah tersebut adalah Diare, pengelolaan sampah, Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan perilaku merokok. Temuan ini menjadi pijakan penting karena kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku tersebut berpotensi menghambat capaian indikator desa sehat,” jelasnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Andi Muhammad, bahwa perumusan ini dilakukan secara partisipatif demi kedalaman analisis.
Penentuan prioritas masalah ini dirumuskan bukan hanya oleh mahasiswa, melainkan melibatkan berbagai stakeholder dan masyarakat menggunakan metode analisis yang terukur.
“Melalui program intervensi yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di Bina Baru,” ujarnya.
Kepala Dusun Salo Indru Bina Baru, mengucapkan terima kasih atas dedikasinya adik-adik mahasiswa-mahasiswi Universitas Hasanuddin, kami juga menyambut baik, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil kajian yang di lakukan oleh PBL I FKM Unhas.
Apa yang didapatkan di Desa bisa dikembangkan di fakultasnya, dan dapat memberikan output yang baik untuk Desa Bina Baru, khususnya masalah kesehatan.
“Semoga inovasi-inovasi selama berada di Desa Bina Baru dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakatnya,” ungkapnya.
PBL I FKM Unhas merupakan program intra-kurikuler wajib bagi mahasiswa kesehatan yang memadukan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Program ini dirancang untuk melatih kepekaan analitis mahasiswa dalam mendiagnosis masalah kesehatan. FKM Unhas berkomitmen penuh mendukung agenda global melalui penguatan kapasitas institusi dan pelibatan aktif mahasiswa dalam mempercepat pencapaian target-target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


