PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Kondisi Jalan Poros Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, pemandangan yang tersaji kini bukan lagi hamparan aspal mulus atau pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah gundukan tanah cokelat yang meluber ke tengah jalan, membuat lintasan utama ini tampak seperti jalur off-road yang tak beraturan. Kamis (16/7/2026).
Sisa-sisa material galian C yang terjatuh dari bak truk pengangkut perlahan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan menyapa, menciptakan jebakan licin bagi siapa saja yang melintas di jalan poros Desa Bambaira.
Saat cuaca terik, debu beterbangan yang menyesakkan dada. Namun, ketika hujan turun, situasinya berbalik 180 derajat jalanan berubah menjadi bubur tanah yang licin dan membahayakan bagi pengendara.
Ekonomi memang harus berputar, namun tidak seharusnya mengorbankan keselamatan dan kenyamanan publik di atas aspal yang kini tersembunyi di balik tebalnya lumpur.
Salah seorang pelintas, Fadil, mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.
Kalau siang masih kelihatan lumpurnya, tapi kalau malam sangat berbahaya. Jalan licin sekali, apalagi pengendara motor bisa tiba-tiba tergelincir.
“Situasi ini dinilai sangat membahayakan bagi para pengguna jalan,” ungkapnya.
Menurut Fadil, khususnya pengendara sepeda motor itu sangat rentan kehilangan kendali saat ban melintasi lumpur yang menutupi aspal.
“Berharap kepada instansi terkait untuk segera membersihkan material tanah yang menutupi jalan, dan membuka saluran drainase agar air hujan tidak lagi mengalir ke badan jalan,” ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


