JAKARTA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Awal tahun 2025 akan terukir dalam ingatan warga Jakarta, bukan hanya karena berlalunya waktu, tetapi juga karena banjir dahsyat yang merendam sebagian besar wilayah ibu kota.
Jalan-jalan kota yang biasanya ramai kini menjadi jaringan air yang tergenang, yang hanya diselingi oleh suara klakson kendaraan yang sesekali terdengar panik saat melewati kondisi yang berbahaya.
“Kejadiannya begitu cepat,” kata Ibu Sri, warga Kaliangke, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak banjir.
Sesaat kemudian, hujan turun deras, dan tiba-tiba rumah kami tergenang air. Ada sejumlah wilayah yang terdampak, seperti Tanjung Duren Utara, Rawa Buaya dan lainnya.
“Ketinggian banjir ada yang mencapai hingga 30 cm. Namun, kami disini belum mengungsi,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji katakan, pihak kami mencatat hingga tengah malam setidaknya terdapat 26 RT dan 20 ruas jalan yang tergenang.
Ketinggian air yang mengenangi kota Jakarta bervariasi, ada berkisar 30-70 cm. Sebagian warga Semper Barat telah mengungsi ke lokasi penampungan sementara di RPTRA Tri Putra Persada Hijau.
“Kerentanan Jakarta terhadap banjir sudah terdokumentasikan dengan baik, tetapi tahun ini merupakan tahun yang sangat menantang,” ujarnya.
Dampak ekonomi dari banjir tidak dapat dipungkiri. Berbagai bisnis, mulai dari pedagang kaki lima kecil hingga perusahaan besar, terpaksa tutup. Jaringan transportasi sangat terhambat, sehingga sulit untuk mengirimkan barang-barang penting dan bantuan. (*)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


