PALU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Di tengah kiprah mahasiswa menuntut ilmu di Kota Palu, mahasiswa yang tinggal di Lembaga Pelajar Mahasiswa (LPM) Pasangkayu justru harus membagi waktu antara belajar dan waspada terhadap ancaman pencurian di asrama mereka.
Fasilitas asrama diduga minim pengawasan dan penerangan membuat rasa aman terusik bagi mereka, seperti dialami seorang mahasiswa yang tinggal di asrama LPM Pasangkayu. Ikram merekam video berdurasi 1 menit 18 detik dengan memperlihatkan kondisi kamarnya, dan sejumlah intalasi listrik rusak. Video tersebut dikirim ke redaksi lintasnewsmedia.id melalui pesan Whatsapp miliknya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Sarudu (IPMKS) Ardiansa, saat meninjau langsung kondisi bangunan asrama LPM Pasangkayu, ternyata banyak ditemukan kerusakan fasilitas, mulai dari pintu, jendela, instalasi listrik, dap air hingga pagar halaman.
Ironisnya, Ardiansa mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu telah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi asrama. Namun hingga saat ini, peninjauan tersebut tidak pernah diikuti dengan langkah nyata atau realisasi perbaikan maupun pengamanan bangunan.
“Peninjauan dari Pemda Pasangkayu sudah sering dilakukan. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasi apa pun. Asrama tetap dibiarkan terbengkalai, dan tanpa pengamanan, kini telah menjadi sasaran pencurian sejumlah aset, maupun milik mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di asrama LPM Pasangkayu,” jelasnya.
Mahasiswa Tadulako jurusan sosiologi fakultas fisip, Muh Ikram, menyampaikan baru-baru ini, asrama kami kedatangan tamu tak diundang, itu dikarenakan fasilitas di wilayah teras tidak ada CCTV, pagar dan beberapa stok kontak listrik termasuk dalam kamar pada rusak.
Saat pulang dari kampus, setiba di asrama LPM ternyata pintu depan kamar saya sudah di congkel.
“Setelah mengecek seisi kamar, beberapa barang pribadi saya hilang, seperti laptop, kompor, tabung gas, hingga lampu,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa sudah beberapa kali laporan ke pihak pengelola asrama, namun tanggapannya lambat.
Bahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Pasangkayu belum menunjukkan tindakan nyata terhadap kondisi asrama LPM.
“Banyak fasilitas asrama yang rusak, tidak layak dan dibiarkan berlarut-larut tanpa memperdulikan kondisi kami,” katanya.
Menurut dia, penentu kebijakan atau pihak terkait terkesan mengabaikan persoalan ini, padahal asrama tersebut merupakan tempat tinggal para mahasiswa-mahasiswi rantau asal Pasangkayu, yang sedang menempuh pendidikan di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Berharap kepada Pemda Pasangkayu, dalam hal ini Bupati, wakil Bupati atau Sekda Pasangkayu segera mengambil langkah konkret (nyata) demi keamanan dan kelayakan asrama LPM yang kami tempati,” harap Ikbal. (*)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


