SIDENRENG RAPPANG, LINTASNEWSMEDIA.ID – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) secara resmi mengawali pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan I (PBL I) melalui seminar awal yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Bina Baru, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini menjadi titik awal proses pembelajaran berbasis masyarakat yang akan berlangsung sejak 6 Juli hingga dua minggu kedepan, yang juga merupakan sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi (TPT).
Seminar dimulai pukul 08.45 WITA, dan dihadiri 46 peserta yang terdiri dari jajaran Pemerintah Desa (Pemdes), Toko Masyarakat dan Masyarakat sekitar Desa Bina Baru.
Turut hadir Kepala Desa (Kades) Bina Baru Dayadi Eman Rosi, S.IP., M.A.P beserta jajaran Pemdes, Camat Kecamatan Kulo, Bapak Muhammad Arisal Asad, S.Pd., S.Sos., M.A.P., Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat yang menyambut hangat kehadiran mahasiswa.
Tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Posko PBL I Desa Bina Baru yang di koordinatori Andi Muhammad Faiz Al Akhyar (K3), Andi Aisyah Septiani R. (MRS), Suci Maghfirah (K3), Gabriella Agyta (K3), Nur Hafisa (Epidemiologi), Annisaramah Menceng Azzahra (Epidemiologi), dan Andi Safitri Batu Eja (AKK), akan melaksanakan serangkaian kegiatan pengumpulan data untuk mengidentifikasi kondisi serta permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga didampingi oleh Muh. Fajaruddin Natsir, S.K.M., M.Kes. selaku supervisor lapangan.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa, Andi Muhammad Faiz Al Akhyar, menyampaikan bahwa PBL I merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa yang memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“Kehadiran mahasiswa di Desa Bina Baru bukan untuk bertindak sebagai pihak yang paling mengetahui, melainkan sebagai pembelajar yang ingin memperoleh pengalaman sekaligus belajar bersama masyarakat dalam memahami berbagai persoalan kesehatan yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kedes Bina Baru, Dayadi Eman Rosi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bina Baru sebagai lokasi pelaksanaan PBL I.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi desa untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mengidentifikasi berbagai potensi dan permasalahan kesehatan yang dihadapi Masyarakat.
“Adanya kegiatan ini, saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan PBL I di desa Bina Baru,” pintanya.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa turut memaparkan gambaran umum mengenai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama berada di Desa Bina Baru. Kegiatan tersebut meliputi observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, serta pengumpulan data yang akan menjadi dasar dalam penyusunan analisis situasi kesehatan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta dan diakhiri dengan dokumentasi foto bersama.
Melalui pelaksanaan PBL I, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Selain memperdalam pemahaman mengenai berbagai isu kesehatan di tingkat desa, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan analisis, memperkuat kepekaan sosial, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membentuk sikap profesional sebagai bekal dalam menjalankan peran sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat di masa mendatang. (Red)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


