JAKARTA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Wakil Bupati Pasangkayu, Hj. Herny Agus, bersama Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H. Suhardi Duka dan para Bupati se-Sulbar menghadiri audiensi di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dengan membawa aspirasi dan harapan ribuan masyarakat dari ujung utara di Sulbar, Rabu (10/06/2026).
Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan untuk memastikan bahwa layanan kesehatan di Kabupaten Pasangkayu tidak lagi terkendala oleh jarak dan keterbatasan fasilitas.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Pasangkayu, Herny Agus tampil dengan pemaparan yang lugas dan berbasis data.
Ia menekankan bahwa Kabupaten Pasangkayu mempunyai Luas 3.048,8 Km, yang terdiri dari 12 Kecamatan, 63 Desa, 4 Kelurahan.
Dari 12 Kecamatan 1 Rumah sakit, 15 Puskesmas, 40 Puskesmas Pembantu, 34 Poskesdes, 16 Polindes dan 216 Posyandu.
“Kesehatan adalah investasi masa depan. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat berjalan seirama,” ujar Wabup Herny.
Ia juga menyampaikan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasangkayu merupakan satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Pasangkayu yang merupakan rujukan di 15 Puskesmas.
“Permasalahan yang sering terjadi di Puskesmas adalah jarak antara Puskesmas ke Ibukota Pasangkayu yang bisa memakan waktu 1 setengah jam, sebagian puskesmas masih berstatus puskesmas non rawat inap dikarenakan ruang rawat inap masih kurang, kondisi bangunan pada poli rawat jalan mengalami kerusakan,” beber Herny.
Lanjut Herny, pentingnya penguatan sarana prasarana puskesmas di wilayah pelosok, pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialis, serta percepatan program penanganan stunting yang menjadi atensi nasional.
Setiap detik yang dihabiskan dalam koordinasi ini adalah upaya untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Pasangkayu.
“Kiranya Kemenkes RI bisa merelokasi keterbatasan Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasangkayu, pembanguan ruang rawat inap pada puskesmas, pengadaan prasarana untuk puskesmas dan Rumah sakit, pengadaan alat kesehatan untuk puskesmas dan rumah sakit serta permohonan insentif khusus Dokter Spesialis di RSUD Pasangkayu” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengatakan bahwa yang mendampingi dalam audiensi tersebut memberikan dukungan penuh bagi langkah konkret Pemkab Pasangkayu.
“Pembangunan kesehatan di Kabbupaten Pasangkayu adalah bagian tak terpisahkan dari agenda prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar secara makro,” tuturnya.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


