KENDARI, LINTASNEWSMEDIA – Warga kota Kendari sangat diresahkan munculnya komplotan geng motor yang membawa senjata tajam berupa parang untuk mengncam atau melukai korbannya.
Sedang asyik nongkrong di depan indomaret, tepatnya di jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, kedua pemuda tersebut korban pengeroyokan yang diduga dari komplotan geng motor.
Faturrahman mengatakan, 2 orang pemuda lagi membeli jajanan siomai di depan toserba indomaret, berselang beberapa menit kemudian datanglah sekelompok geng motor menghampirinya, dan itu sekitar jam 1.00 wita.
“Keduanya langsung dianiaya oleh komplotan geng motor, bahkan pelaku membawa senjata tajam berupa parang, dan seorang pelaku juga mengancam korban dengan anak panah busur,” ujarnya Sabtu (21/1/2023).
Korban melarikan diri ke lorong Ilmiah, pelaku mengejar sampai menabraknya menggunakan motor dan setelah itu korban kembali di keroyok.
Masih sempat melarikan diri ke jalan Sorumba, kemudian korban merasakan sakit pada bagian pinggang, dan tiba-tiba pelaku mengancam dengan menggunakan busur, bahkan berusaha menikam, tapi tidak mengenai korban.
Baca juga: https://lintasnewsmedia.id/akibat-jalan-licin-pengendara-hilang-kendali/
“Setelah itu, korban berlari ke warung makan sari laut, depan jalan Sorumba, dan setibanya warga langsung membawanya ke rumah sakit Bhayangkara,” ungkap Faturrahman.
Kata Faturrahman, pasca kejadian tersebut, personil kami Polres Kendari bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku geng motor.
“Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil kami tangkap di tiga lokasi yang berbeda, yaitu 1 diantaranya diamakan di jalan Mekar Damai, Kelururahan Kadia, 6 orang lagi di jalan Pasaeno, Kelurahan Bende dan 3 orang lainnya di kompleks pusat kuliner eks MTQ,” ucapnya.
Adapun 10 orang pemuda geng motor pelaku pengeroyokan yang diamankan di Polresta Kendari yaitu berinisial S (16), A alias H (15), S alias M (16), Fikram (18), MS alias H (16), F (16), MJK (15), Syawal (19), MA alias A (16), dan WS (16) guna melakukan penyidikan lebih lanjut.
“Barang Bukti (BB) yang diamankan 5 unit motor, 1 parang, 1 badik, 2 ketapel pelontar busur, 4 buah paku ukuran 10 centi meter yang dirakit menjadi anak panah, 7 terali velg sepeda motor, 1 anak busur, besi rangka payung, 2 tang jepit berwarna kuning hitam, 2 palu, 1 gurinda, 1 mata gurinda, 1 stang gergaji besi, dan 6 unit telefon seluler. Itu semua milik kelompok geng motor Base Camp WR Mandonga,” urai Fathurrahman.
Fathurrahman juga membeberkan, geng motor Base Camp WR Mandonga diduga kerap melakukan aksinya, seperti yang terjadi kepada korban berinisial RJ (16) dan KT (25).
“Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan luka tusuk dibagian pinggang sebelah kanannya,” terangnya. (Red/*)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


