PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Perusahaan PT Mamuang mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasangkayu atas dukungan nyata terhadap kelompok pembuat pupuk kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Desa Pajalele, Kecamatan Tikke Raya.
Kelompok yang dipimpin Soleh Kahar kembali aktif memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak dan TKKS.
Program ini merupakan CSR PT Mamuang bersama PT Letawa sebagai bentuk dukungannya menyalurkan 5 ton TKKS untuk memenuhi kebutuhan produksi kelompok tersebut.
Penyaluran disaksikan Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Pengawasan DLH Pasangkayu, Saiful Amir yang juga tengah melakukan penelitian terkait pemanfaatan pupuk TKKS terhadap pengurangan limbah pabrik.
Ketua Kelompok Tandan Kosong Kelapa Sawit, Soleh Kahar, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Dan Alhamdulillah, dengan adanya dukungan PT Mamuang, kelompok kami bisa kembali berjalan.
“Pupuk kompos yang kami produksi sangat bermanfaat bagi petani dan juga membantu mengurangi limbah. Kami berterima kasih atas perhatian perusahaan,” paparnya.
Kabid Penataan dan Pengawasan DLH Pasangkayu, Saiful Amir juga memberikan apresiasi kepada pihak perusahaan.
Menurutnya, apa yang dilakukan PT Mamuang bersama kelompok masyarakat di Desa Pajalele ini merupakan contoh nyata kolaborasi positif.
“Pemanfaatan TKKS menjadi pupuk kompos bukan hanya mendukung pertanian berkelanjutan, tapi juga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi timbunan limbah sawit,” tutur Saiful.
Penyuluh Lingkungan Kecamatan Tikke Raya, Jonathan juga menilai program ini sebagai terobosan penting dalam memanfaatkan limbah.
“Inisiatif ini sangat mendukung edukasi masyarakat dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai tambah. Kami berharap keberlanjutan program ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Pasangkayu,” katanya.
Administratur (ADM) PT Mamuang, M Satria Abdi Catur Pamungkas, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kami berkomitmen mendukung program ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah sawit agar tidak hanya berhenti di pabrik, tetapi bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” tegas Satria dalam keterangannya, Senin (15/9/2025).
Asisten CSR PT Mamuang, Muh Fathurrohman, menyatakan pihaknya akan terus mendampingi kelompok tersebut.
Ia menjelaskan, kami tidak hanya menyalurkan bahan baku, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan dan kerjasama lintas pihak.
“Diiharapakan produksi pupuk kompos ini semakin meningkat dan memberi dampak positif bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan lintas sektor ini, kelompok pembuat pupuk kompos Desa Pajalele diharapkan mampu menjadi pionir pemanfaatan limbah sawit sekaligus memperkuat upaya Pasangkayu menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


