UNTUKMU SAYANG
Aku bukanlah Muhammad yang sempurna cinta kasihnya
yang tak pernah membuat genagan bening terjatuh di pipi khadijah
bahkan dengan jari mulianya
menjahit sandal dan bajunya
menahan lapar dengan puasa bila tak ada di atas meja
merayu dengan hati lembut sapanya
ya.. ummul mu’minin ya humairah
Aku bukanlah Ibrohim yang kuat meninggalkanmu sendiri
demi tugas dan pengabdian seorang kekasih
yang mampu mengorbankan buah hati penyejuk jiwa
demi penghambaan kepada Tuhan
Aku bukanlah Zakaria yang tulus berdoa bersimpuh di hadapan Tuhan
Robbi Habli Milladunka dzuriyyatan Toyyibatan Innaka Samiuddua
Ya Tuhanku berikanlah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik
Aku hanya bagian hidupmu
tulang yang pernah Tuhan titipkan padaku
yang selalu berusaha menjadi teladanmu
dari segala kekuranganku
Sangkamu adalah keutuhanku
doamu dalam langkahku adalah petikan rahmat Tuhan
lembutkanlah hatimu di sampingku
tenangkan jiwaku dalam rangkul pelukmu
Dalam keheningan kuangkat kedua tanganku
kuhadirkan dalam hatiku
Allahumma Latazarnii Fardan Waanta Kharul Waritsiin
Ya Tuhan… janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah pewaris paling baik
Barru, 2021
BILA SENJA TIBA
Bila Senja tiba
saat semua letih dengan langkahnya
mentari mulai menutup sinarnya
kicau burung sayup-sayup terdengar lirih
para musafir mulai mencari persinggahan
Bila senja tiba
tulang-tulang mulai terasa rapuh
mata tak lagi tajam menatap
telinga tak lagi jernih mendengar
Bila senja tiba
duduk merenung bertasbih pada Ilahi Robbi
menanti dan membekali diri
agar mati tak terhina nanti.
Bila senja tiba
esok akan menunggu fajar terbit di timur sana
mungkin masih ada yang belum diseLesaikan
mungkin masih ada terlalaikan.
Bila senja tiba
sebelum nafas terengah engah
sebelum fajar terbit dari barat
ajukan diri rebah dalam sujud harap pengampunan
Senja itu pasti tiba
pada siang yang mulai condong pada hamparan malam gelap gulita
takkan ada lentera, takkan ada cahaya
hanya engkau yang dulu siaga sampai saat itu tiba.
Senja itu hidupmu
Senja itu nafasmu
Senja itu rohmu
Senja itu kematianmu
Barru, 03/03/2023
====================================
Juhri Al Banjary, lahir di Gunung Batu, 25 Juli 1984. Sekarang aktif sebagai seorang Pendidik di Pondok Pesantren Al Ikhlas Addary DDI Takkalasi di MTs DDI Takkalasi di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Hobi menulis dan membaca puisi, hal itu terlihat beberapa kali pentas bersama penyair-penyair lokal maupun nasional dalam beberapa kesempatan dan event. Selain itu, beberapa karya pernah terbit dalam buku tunggal yang berjudul Malam Desember terbit tahun 2018 dan antologi puisi seperti, Cerita kita bersama terbit tahun 2010, Wasiat botinglangi terbit tahun 2022 dan Pare-pare Kota Cinta yang terbit tahun 2022 dan Syeh Arsyad Al Banjary terbit tahun 2023
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


