PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Nagaya menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan produk kerajinan tangan berbahan alami di Dusun Saluraya, Desa Gunungsari, Kecamatan Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Berkat program pembinaan yang dijalankan PT Pasangkayu merupakan anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk itu, para perempuan di dusun ini berhasil mengolah daun pandan duri, serat kayu, manik-manik, hingga kulit kayu menjadi produk bernilai ekonomi dan budaya.
Program pembinaan PT Pasangkayu ini mulai sejak Mei hingga Juni 2025, dan akan dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat.
Melalui pelatihan ini, para peserta diberi keterampilan teknis dan dukungan fasilitas dalam memproduksi berbagai kerajinan tangan.
Produk yang dihasilkan meliputi tikar, tas, dompet, topi, tempat tisu, kipas, hingga aksesori fesyen seperti gelang dan kalung berbahan serat kayu dan manik-manik.
Selain itu, mereka juga tengah mengembangkan pakaian adat dan ikat kepala tradisional dari kulit kayu merupakan pakaian adat komunitas Suku Bunggu.
Administratur (ADM) PT Pasangkayu, Gunawan menyampaikan, kegiatan pembinaan UMKM ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekitar, khususnya perempuan.
“Potensi lokal harus diberdayakan agar menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” papar Gunawan dalam keterangannya, Rabu (16/7/2025).
Ia melihat kreativitas ibu-ibu di Dusun Saluraya sebagai aset berharga.
“Dengan pembinaan berkelanjutan, kami berharap mereka tidak hanya memproduksi kerajinan untuk kebutuhan lokal, tapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” terangnya.
Pembinaan ini turut melibatkan berbagai pihak, seperti Andi Latifah dan Tim Pemerhati Kebudayaan Suku Bungku yang memastikan muatan budaya dalam tiap karya tetap terjaga.
Dukungan juga datang dari Ibu Kapolsek Pasangkayu dan Bhayangkari, serta Ibu Letnan Dewi yang aktif memotivasi ibu-ibu di lapangan.
Dari internal perusahaan, Asisten CSR PT Pasangkayu, Kartina turut mendampingi jalannya pelatihan.
Kegiatan puncak pembinaan dihadiri langsung Kapolsek Pasangkayu, AKP Mustamir dan Kapten Vicki Melki Mangelep yang memberikan apresiasi atas inisiatif pemberdayaan ini.
Melalui sinergi antara perusahaan dan masyarakat, Dusun Saluraya kini memiliki produk UMKM yang siap memasuki pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi alam dan budaya.
Gunawan juga menekankan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan berbagai pihak lain menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Inisiatif ini adalah bukti jika potensi lokal diberi ruang dan dukungan, maka dampaknya akan luar biasa bagi kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


