Gowa – Kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dari DPD Gowa mengadukan sikap arogan dan otoriter Sekretaris DPW Sulsel
Dikatakan kader Perindo DPD Gowa Uddin menyampaikan pernyataan sikap serta mendesak DPP Partai Perindo segera mengevaluasi Sekretaris DPW Sulsel partai Perindo
“Kami menilai Hilal Syahrim sebagai Sekretaris DPW Sulsel Partai Perindo sangat otoriter dan arogan. Kami yang merupakan kader Perindo, bahkan sebelum berbentuk partai melainkan masih belum dikenal , malah disingkirkan setelah dia menjabat sebagai ketua,” kata salah satu Kader.
Padahal, sambungnya, kader dan pengurus DPD Gowa Partai Perindo yang disingkirkan oleh Hilal terbukti berjasa besar membesarkan partai identik dengan warna Putih Biru ini meraih kesuksesan dengan melahirkan keterwakilan di beberapa Kecamatan Gowa pemilihan.
“Kami kader dan pengurus DPD Partai Perindo Gowa yang berjuang dengan berdarah-darah membesarkan partai hingga memiliki empat wakil rakyat di DPRD Pemkab Gowa Sedangkan Hilal belum terbukti berjasa malah seenaknya main ganti pengurus-pengurus DPD Gowa tanpa sedikit pun menghargai keringat kami. Itu sangat arogan,” lantang dia.
Ia juga mempertanyakan pembiayaan Untuk Kader sendiri ingin menjadi Calon Legislatif dikenakan biaya Administrasi dan serta jika kita sudah selesai mengisi Formulir baru mengembalikan ini berkas maka harus membayar lagi Jutaan
” Bacaleg yang mendaftar untuk di sekretariat sekitar 250 RB , dan juga pengembalian Formulir ini disuruh bayar Lagi 1,2 juta ” urainya, Senin Malam 27/02/2023 di Warkop Dg Sija Jalan Palantikang .

ditempat yang sama Rafandi Djalil Yusuf SM menyesalkan, partai Perindo DPD Gowa akan hancur apabila DPP tidak segera melengserkan atau mengevaluasi Sekretaris DPW Sulsel Hilal Syahrim
“Yang kami sayangkan, perjuangan kita bersama dalam membesarkan Partai Perindo di Kabupaten Gowa bertahun-tahun ini jauh sebelum dipimpin oleh Hilal Syahrim menjadi sia-sia,” ujar Rafandi.
Menurutnya, segala hal dalam hidup dan kehidupan yang terkait kurang sependapat atau kurang sejalan itu sebaiknya ada komunikasi yang dikemas dalam bentuk musyawarah, sebelum melakukan keputusan.
“Saya tidak habis pikir dengan kejadian yang terus berlanjut ini. Sebenarnya ini bermuara kemana ? Adakah target yang dikejar ?,” tegasnya.
Rafandi mengatakan, untuk menurunkan papan kantor DPD Partai Perindo itu mutlak harus ada perintah tertulis atau sepengetahuan dari Ketua DPP.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa langkah terkini yang diambil oleh Sekretaris DPW, dengan menurunkan papan kantor DPD Partai Perindo adalah hal yang kurang tepat serta jauh dari kedewasaan dalam berpartai,” ungkap Rafandi,
Penulis : Udhin
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


