GOWA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Dalam penerapannya kurikulum Merdeka Belajar juga memiliki instrument pendukung melalui Chromebook sebagai salah satu daya dukung, guna memudahkan peserta didik yang dapat mengukur kualitas layanan pendidikan, pembelajaran serta karakter di sekolah, Selasa (7/11/2023).
Sekretaris Dinas Pendidikan Gowa, Rieke Susanti saat ditemui ruang kerjanya mengatakan, Tahun 2023 ini ada 5 sekolah, diantaranya satu untuk jenjang SMP dan 4 Jenjang SD yang telah menerima Chrome dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
“Dengan rincian masing-masing sekolah mendapatkan 15 chromebook, dan tentunya ini sangat membantu dalam kelancaran pelaksanaan ANBK di Gowa,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, chromebook adalah jenis perangkat elektronik yang dijalankan menggunakan Sistem Operasi (OS) Chrome, yaitu sistem operasi dengan penyimpanan cloud. Yang memiliki berbagai fungsi untuk mendukung proses belajar, salah satunya untuk ujian ANBK.
“Namun, tidak sampai di situ saja, alat itu juga bisa di manfaatkan untuk akses digitalisasi pembelajaran lainya,” imbuh Rieke.
Selain itu, menurut Rieke, dalam implementasi merdeka belajar saat ini, para tenaga pendidik bisa juga menggunakan alat tersebut di gunakan untuk di isi dengan beragam konten pendidikan lainya, untuk pemanfaatan Platform Merdeka Belajar (PMM), kemudian Chromebook juga memiliki spesifikasi khusus yang hanya bisa di gunakan oleh tenaga pendidik ataupun sekolah yang menerima perangkat tersebut.
‘Karena mereka (chromebook) sudah terdaftar langsung oleh Kemdikbud dan Ristek, jadi usernya hanya di sekolah tersebut. Namun, bisa di gunakan untuk pemanfaatan akun pembelajaran berbasis digital lainya,” bebernya.
Ia juga menambahkan di Lima sekolah mendapatkan chromebook masing-masing 15 unit.
“Bantuan ini diberikan oleh pusat untuk pelaksanaan asesmen nasional. Kalau hari-hari biasa bisa dipakai oleh guru dalam membantu proses pembelajaran, karena langsung ada jaringan internetnya,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan
Dengan peran digital maka sangat penting untuk mendukung kebijakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang disampaikan langsung oleh Kemendikbud tersebut.
“Bantuan TIK ini juga bertujuan memberikan fasilitas untuk kegiatan ANBK yang dimana ANBK itu sendiri berbasis komputer,” urainya.
Diharapkan pula, sekolah dapat selalu mampu beradaptasi dan berinovasi dengan kondisi digitalisasi yang ada saat ini.
Pemerintah daerah telah memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kapabilitas anak-anak murid terkait dengan peningkatan penguasaan teknologi informasi.
“Tidak dipungkiri saat ini kita termasuk dalam revolusi industri, jadi anak-anak kita tidak boleh lagi gaptek atau tidak paham dengan teknologi,” tutupnya
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


