PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Upacar peringati hari lahir Pancasila mengangkat tema “Gotong royong membangun peradaban dan pertumbuhan global” digelar di halaman Kantor Bupati Pasangkayu, Kamis (1/6/2023).
Inspektur upacara dipimpin langsung Bupati Pasangkayu dan dihadiri Wakil Bupati Pasangkayu Dr. Hj. Erni Agus, Sos,MS.i, Dandim 1427/Pasangkayu, Letkol Inf. Rachmat Yunus, S.Sos, Kapolres Pasangkayu, AKBP Candra Kurnia Setiawan, S.I.K, Ketua DPRD, Hj Alwiyati diwakili oleh Irfandi Yaumil, Herwin Diyo dewanto SH mewakili Ketua Pengadilan Negeri, Penjabat (Pj) Seketaris Daerah, Dr. Kasmuddin, S.Pd., M.Si dan para OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.
Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, SH dalam sambutannya, Pancasila merupakan dasar negara serta landasan ideologi bagi bangsa Indonesia. Pada peringatan ini memiliki nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai dasar hidup bernegara sejak konsep Pancasila diperkenalkan oleh Soekarno pada 1 juni 1945.
Peringatan hari lahir Pancasila merupakan momen untuk mengenang, menghormati, sekaligus menghargai para perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia. Olehnya itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus dapat memaknai arti Pancasila sebagai dasar negara dan landasan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
“Negara Indonesia disemuliti oleh lambang Pancasila, maka sebagai penerus bangsa, kita harus mencanangkan dasar negara dan landasan perilaku dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Di hari Pancasila, Yaumil juga mengatakan, terimakasih atas kunjungan Wakil Mentri Perdagangan (Wamendag) bersama rombongan yang telah menginjakkan kakinya di bumi Vovasanggayu, dan Kabupaten Pasangkayu mempunyai potensi besar di bidang industri untuk dapat meningkatkan perekonomian di wilayah paling ujung utara di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini.
Potensi yang miliki Kabupaten Pasangkayu yaitu di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, tapi belum mampu mensejahterakan masyarakat secara optimal. Hal ini dikarenakan adanya para tengkulak, pasar yang belum memiliki kapasitas yang memadai serta tempat juga sempit.
“Berdasarkan data badan pusat statistik pada tahun 2022, perekonomian di Sulbar naik sebesar 2,3 persen. Namun, tidak seimbang dengan inflasi sebesar 4,8 persen, disebabkan terjadinya kenaikan harga di beberapa kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, telur dan minyak goreng,” ungkapnya. (Roy Mustari)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


