POLDA SULBAR, LINTASNEWSMEDIA.ID – Dalam rangka menjaga netralitas Polri di tengah tahun politik, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) gencar mengedukasi masyarakat dan anggota Polri mengenai larangan berpose dengan simbol-simbol yang dapat mengarah pada dukungan politik tertentu.
Hal ini sejalan dengan komitmen Polri untuk tetap netral dalam penyelenggaraan Pemilu, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, Rabu (2/10/2024).
Kabid Humas Polda Sulbar,Kombes Pol Slamet Wahyudi menjelaskan, bahwa edukasi ini penting agar personel Polri tidak terlibat atau dicurigai terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Tindakan seperti berfoto dengan gestur atau simbol yang identik dengan dukungan politik akan dikenai sanksi disiplin.
“Kami mengimbau seluruh personel Polri untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam menjalankan tugas, serta menghindari tindakan yang dapat diinterpretasikan sebagai bentuk keberpihakan politik,” ungkapnya.
Menurut Slamet, edukasi ini dilakukan melalui berbagai media, baik langsung maupun tidak langsung, seperti sosialisasi di lingkungan internal Polri, media sosial, serta media massa.
Polda Sulbar juga menggandeng berbagai tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif menjelang Pemilu.
“Adanya sosialisasi ini, personel Polri dapat semakin memahami dan mematuhi peraturan terkait larangan pose dan gestur yang bisa menimbulkan persepsi negatif, sehingga kepercayaan publik terhadap netralitas Polri dalam proses demokrasi tetap terjaga,” tuturnya. (Red/ Bidhumas Polda Sulbar)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


