MATENG, LINTASNEWSMEDIA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) bekerjasama tim BPOM Mamuju mengunjungi sentra takjil yang terlatak di Kecamatan Karossa dan Kecamatan Topoyo.
Sejumlah jajanan takjil yang dijual pedagang, tim BPOM Mamuju mengambil sampelnya untuk dilakukan uji Laboratorium, Kamis (28/3/2024).
Penanggungjawab komunikasi informasi dan edukasi, Mirza Fauzan Gazali mengatakan, jajanan takjil yang dijual pedagang kami ambil sampelnya untuk memastikan apakah menggunakan bahan berbahaya atau tidak.
Takjil yang ambil sampel untuk di uji yakni es buah, bakwan udang, jalangkote, cendol, sambusa, ikan kering, tahu, pentolan bakso.
“Dari 15 pedagang, jajanan takjil yang diambil 27 sampel, dan berdasarkan uji Laboratorium semuanya negatif,” jelasnya.
Menurut Mirza, kami juga melakukan pemeriksaan di sarana distribusi pangan di retail tradisional.
Ada sejumlah produk rusak sebanyak 21 pices (pcs), kadaluarsa 263 dan tanpa izin edar, jadi total keseluruhan 317 pcs.
“Semua barang temuan tidak layak komsumsi tersebut sudah di musnahkan,” ucapnya.
Perbandingan antara tahun-tahun sebelumnya ada penurunan, kata Mirza, pemeriksaan tahun ini sudah banyak penurunan nilai temuan, kurang lebih sekitar 20%, dan tentunya capaian hasil kinerja BPOM bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mateng sangat proaktif dalam pengawasan produk pangan.
“Selain itu, para pedagang di diberi pemahaman tentang pangan yang menggunakan bahan berbahaya, seperti ciri-ciri mengadung Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow,” terangnya. (Roy)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


