PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Kemarau berkepanjangan dan krisis ketahanan pangan dibeberapa wilayah melanda, termasuk Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/11/2023).
Upaya menjaga dan mendukung program ketahanan pangan, Danrem 142/Tatag melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Pasangkayu dengan memberikan Sembako dan pupuk Organik (Biojitu) secara simbolis kepada masyarakat Dusun Morobio, Desa Ako, Kabupaten Pasangkayu.
Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Deni Rejeki mengatakan, kunker ini menjadi wahana evaluasi bagi pelaksanaan program ketahanan pangan Kodim 1427/Pasangkayu.
Kita tahu bersama, bahwa kemarau panjang dibeberapa Provinsi mengalami kemarau panjang dan dilanda dengan krisis ketahanan pagan, maka dari itu saya mengajak semua masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi krisis ini.
“TNI hadir untuk mencari solusi, bagaimana meningkatkan hasil ketahanan pangan, seperti misalnya menanam jagung yang didapat dijual ke luar wilayah Pasangkayu,” tuturnya.
Lanjut Deni, saya mengajak masyarakat tani untuk dapat menanam jagung, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan dengan munggunakan Pupuk Organik dan SOP Biojeti.
“Kedepannya akan dilakukan pendampingan oleh para Babinsa dan Babinkamtibmas untuk ketahanan pagan, agar masyarakat bisa hidup sejahtera dengan menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan,” ucapnya.
Diketahui, rombongan Danrem 142/Tatag yang didampingi oleh Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf. Rachmat Yunus, Perwira Seksi Teritorial Dim 1427/Pky Kapten Inf Ismail, Kapten Inf. Hasan, Letda Inf. Jaya Faisal, Letda Inf. Baso Etong, Letda Inf. Andi Malik, Kadis pertanian Nurdin, Kades Ako Agling, Babinkamtibmas Polres Pasangkayu Bripka Rijal meninjau mata air di 2 titik, yaitu di Kelurahan Pasangkayu dan Martajaya yang dapat mendukung ketahanan pangan di wilayah Pasangkayu. (Roy)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


