PUNCAK, LINTASNEWSMEDIA.ID – Penuh dengan keterbatasan, anak-anak Kabupaten Puncak, Provinsi Papua tetap semangat dalam menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki menuju ke sekolah mereka masing-masing untuk mengenyam Pendidikan, Selasa (3/10/2023).
Dalam menggapai cita-cita mereka di masa akan datang, anak-anak tersebut juga dapat memajukan daerah Papua dan mengharumkan nama Indonesia, kata Dansatgas Mobile Raider 300 Siliwangi, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, semua pihak harus komitmen dalam mendukung mereka terutama di bidang pendidikan.
Disini juga kita harus memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah konflik yang melibatkan Kelompok Separatis Bersenjata (KST) di Papua.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk merubah dunia. Olehnya itu, terus berusaha dan bekerja sama dengan masyarakat setempat serta semua pihak terkait untuk memastikan bahwa anak-anak Papua tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Menurut Afri Swandi Ritonga, meskipun Papua masih dilanda ketegangan akibat aktivitas KST, Satgas Mobile Raider 300 Siliwangi tak berhenti dalam misinya untuk mendidik generasi muda Papua.
Adanya keyakinan kita, bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, bahkan di tengah tantangan yang serius ini.
“Sebagai bukti konsistensi Satgas Mobile Siliwangi, personel turun ke sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Puncak untuk mengajar dan memberikan dedikasi, pengetahuan serta keterampilan kepada anak-anak Papua,” katanya.
Lanjut Afri Swandi Ritonga, langkah ini mencerminkan tekad bersama untuk melindungi masa depan anak-anak Papua, memberi mereka peluang yang sama dengan anak-anak di daerah lain di Indonesia. Selain memberikan pengetahuan akademik, Satgas Mobile 300 Siliwangi juga memberikan pendidikan karakter yang mengedepankan nilai-nilai perdamaian, persatuan, dan keberagaman.
“Dengan cara ini diharapkan anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bijaksana, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tuturnya.
Meskipun konflik masih terjadi, tetapi komitmen Satgas Mobile Raider 300 untuk melindungi generasi Papua tidak pernah pudar, walau harus mengorbankan jiwa dan raga mereka.
“Dalam situasi sulit ini, dengan adanya kerjasama antara pemerintah, Satgas keamanan, dan masyarakat setempat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anak-anak Papua memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya,” urainya Afri Swandi Ritonga.
Salah satu siswi SMP Kabupaten Puncak, Elsya Murib mengatakan, cita-cita saya ingin menjadi Suster atau masuk ke IPDN, agar Papua aman dan damai.
“Papa, mama, kakak semua tolong menjaga dan jangan rusak sekolah, karena saya bersama teman-teman ingin menggapai cita-cita kami dimasa akan datang,” ungkapnya.
Sumber: Yonif Raider 300/Bjw
Editor: Roy
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


