KOLAKA UTARA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan Stunting diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat penting. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara (Kolut) Parinringi, S.E.,M.Si saat memaparkan hasil pencapaian terkait Stunting yang dilaksanakan di Hotel Zahra Kendari.
“Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus berupaya untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Kolut dengan membuat beberapa program yang melibatkan beberapa Organisasi Peringkat Daerah (OPD),” katanya Rabu (31/5/2023).
Parinringi juga menyampaikan, ada beberapa inovasi yang dibuat, diantaranya Antar Jemput Ibu Bersalin Mitra Dukun (ANJELIN MIDUN), Bel Ibu Hamil Resiko Tinggi (BEL BUMIL RESTI) dan Sistem Layanan Adminduk Kolaka Utara : Offline, Online Terintegrasi (SILAKU O2T).
Dari ke-3 inovasi program yang di buat tersebut, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka Stunting di Kabupaten Kolut pada tahun 2021 sebesar 29,1%, dan di tahun 2022 menjadi 24,8% atau turun sebesar 4,3%.
“Kalau berdasarkan angka prevelensi Stunting menurut Elektronik Pelaporan Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), bahwa Kabupaten Kolut pada tahun 2021 sebesar 8,78% menjadi 5,56 % pada Tahun 2023, jadi penurunannya sebesar 3,22%,” jelasnya. (Rusmail)
Editor: Roy
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


