PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID — PT Mamuang merupakan anak perusahaan dari PT Astra Agro Lestari Tbk kembali menyalurkan bantuan sembako kepada 175 kepala keluarga (KK) masyarakat adat Kaili Tado di Dusun Wayambojaya, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam upaya memperkuat hubungan sosial dan mendukung ketahanan pangan masyarakat adat di sekitar wilayah operasionalnya.
Bantuan sembako diberikan kepada masyarakat Adat Kaili Tadi dalam setiap paketnya berisi 10 kilogram (kg) beras, minyak goreng, gula pasir, dan kopi.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil dari diskusi partisipatif antara tim CSR dan Community Development Officer (CDO) PT Mamuang bersama tokoh adat Kaili Tado, pemerintah dusun, serta perangkat Desa Martasari.
Ketua adat Kaili Tado, Arkham mengapresiasi atas perhatian yang diberikan perusahaan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal beras atau gula, tapi soal pengakuan dan perhatian terhadap keberadaan kami sebagai masyarakat adat,” terangnya, Jum’at (4/7/2025).
Senada disampaikan pengurus adat Kaili Tado, Hidu berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat dapat terus diperkuat.
“Kami berharap ke depan ada lebih banyak program pemberdayaan yang bisa mendorong masyarakat adat untuk bangkit dan mandiri,” harapnya.
Kepala Dusun Wayambojaya, M Yaton juga mengapresiasi atas kepedulian PT Mamuang.
“Kami melihat PT Mamuang hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tapi sebagai mitra pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Administratur (ADM) PT Mamuang, M Satria Abdi Catur Pamungkas mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kelompok masyarakat adat.
Kami percaya, lanjut Satria, kemajuan suatu daerah tidak dapat dicapai tanpa melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas adat.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi sekaligus memperkuat jalinan kepercayaan dan kolaborasi perusahaan dan masyarakat,” kata Satria dalam keterangannya, Jumat (4/7/2025).
Sementara CDO PT Mamuang, Agro Susanto, menekankan kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan juga bagian dari fondasi untuk program pemberdayaan jangka panjang.
“Kami ingin memastikan program CSR yang dijalankan mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya masyarakat adat yang memiliki kearifan lokal dan potensi besar untuk berkembang,” tegasnya.
Sementara perwakilan CSR PT Mamuang, Muh Fathurrohman menyatakan, pendekatan dialogis menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Program ini lahir dari komunikasi terbuka dengan para tokoh adat dan pemerintah setempat. Kami ingin terus membangun program berbasis kebutuhan nyata,” ujarnya.
Melalui program ini, PT Mamuang berharap dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat adat serta mendorong mereka menuju kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


