Kecewa
sepotong kecewa tergeletak di lantai keramik retak.
ia mengaku bernama Gunana, tapi kian hari ia ragu penuh batu.
benarkah ia berumah pada makna?
kecewa bangkit, membuka jendela,
menghirup debu-debu dan tertawa.
betapa indahnya dunia,
bahkan setelah puas puasa bahagia.
kecewa pergi mandi, mengepel lantai keramik retak,
mulai bernyanyi, menari, tentang hari esok–rahasia nyawa.
Kubang Raya, 26 Juni 2023
Tuan Kalada
tuan kalada, kemarilah, terimalah sedekah dari tangan yang tidak dikenal ini.
tuan kalada menunduk, airmatanya tak dapat ditangguk, ia terbatuk-batuk.
ia menerimanya sepenuh rela, lantas ia dongakkan kepala,
pemilik tangan tak dikenal telah tiada.
di pinggir jalan dini hari, tuan kalada membuka bungkus nasi,
seekor ikan penuh cabe lalu melompat dari bungkusan,
terbang ke langit tinggi, kian tinggi kian bercahaya.
sekali lagi tuan kalada banjir airmata, merendam hati dan pikirnya.
sambil menyuap nasi, yang sungguh nasi, tumis tauco,
dan sambal rawit maha pedas.
Kubang Raya, 6 April 2022
Surat Kaleng
–bagi Seruni Unie
mula-mula pura-pura tidur jagakan senyummu
aku menyebut maaf serupa hantu-hantu keliru
tak apa, mari saling menyapa, katamu.
kita ketemu di atas bangku kayu, di bawah pohon tak dikenal
5 ribu hasta lebih dari rumahku yang lebah bisu
tahukah kau beda puisi dengan sensasi? Tanyamu
tidak, tapi sensasi serupa norak warna bajumu,
logat bicaramu juga basa-basimu yang bulshit itu. ha ha ha
kudengar kau ke Bali, bertemu orang luar negeri
berbuih-buih bicara lautan puisi di antara rasa malu,
canggung dan banggamu yang tak buntung-buntung.
aku melihatmu via layar, instagrammu penuh foto festival.
kau telah hebat, kataku bergumam. hari-hari yang mengubah
pikiranmu yang berbuah matang. dan aku si tunggal yang
makin tinggal. bye bye sahabat sibukku.
Kubang Raya, 19 Juni 2023
Verteidigung
bagaimana jika bakal dosa ini kita besarkan dan kita pelihara,
agar kelak ia tumbuh jadi neraka yang membakar dunia dalam kepala.
dosa pun dibentuk jadi lendir aneh yang bulat.
ia digelindingkan di bawah kerak bumi,
ke arah mana saja pikiran orang dipenuhi berahi dan angan-angan.
hati-hatilah, jangan membuka celah bagi dadamu yang lemah.
sebab jika kau tak awas, kau akan tewas sebelum dewasa anak-anak surga
yang setengah nyawa kau beri agama.
September – November 2021
===================================
Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran Paringgonan, 25 Mei 1988. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris – Universitas Islam Riau (UIR). Adalah guru Bahasa Inggris di TK Islam Annur Bastari dan SD 144 Pekanbaru. Menulis sejak 2006. Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER). Salah satu puisinya pernah membawanya jalan-jalan di Singapura serta membacakan puisinya di National University of Singapore. Selain gigih menulis dan mengajar puisi sebagai pekerjaan sehari-hari, ia juga sedang gigih mempelajari Bahasa Spanyol. Ia adalah pendiri Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS). IG: @muhammadasqalanie WA: 081949402585
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


