JENEPONTO, LINTASNEWSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) analisis Program Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) di Kabupaten Jeneponto digelar di ruang Pola Panrannuanta Kantor Bupati, Kamis (21/3/2024).
Rapat tersebut dibuka langsung PJ Bupati Junaedi B, Didampingi Ketua TP PKK Jeneponto dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder terkait.
Tujuan dari rapat ini adalah untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap program pencegahan dan penurunan stunting yang telah dilaksanakan, serta untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi program tersebut.
Pada kesempatan itu Pj. Bupati Junaedi B. menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarinstansi dalam upaya menangani masalah stunting di Jeneponto.
Beliau juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pihak terkait untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam program pencegahan dan penurunan stunting.
Dimana pada beberapa hari sebelumnya pemerintah provinsi Sulawesi selatan telah merilis presentase angka stunting trbaru dan cenderung mengalami kenaikan yakni dikisaran angka 27,4 persen.
Dalam rapat ini, dibahas pula berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, serta solusi-solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap capaian-capaian yang telah dicapai selama ini, guna menakar sejauh mana keberhasilan program dan menetapkan arah yang lebih strategis ke depannya.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jeneponto melalui upaya konkret dalam pencegahan dan penurunan stunting.
Pemda Jeneponto berkomitmen untuk terus berupaya keras dalam menjalankan program-program kesehatan yang berdampak positif bagi seluruh masyarakat.
“kita berharap kabupaten jeneponto ditahun ini dapat memberikan kontribusi terhadap target presentase nasional yaitu di kisaran 14 persen”. Harap pj. Bupati.
Selain itu Pj bupati juga menukil teks hadist Nabi “bahwa barangsiapa menghilangkan kesedihan dari seseorang maka akan mendapatkan pahala kebaikan”.
secara kontekstual pj. Bupati menjelaskan bahwa dengan membesarkan seorang anak yang terbebas dari stunting adalah bagian dari menghilangkan kesedihan atau penderitaan itu sendiri. sehingga tentu saja akan bernilai ibadah.
“Jadi upaya penanganan stunting ini bukan hanya masalah dunia tapi juga masalah akhirat”. Jelasnya disambut tepuk tangan.*(firman)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


