GOWA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Dalam rangka memeriahkan Ramadhan 1445 H, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar melaui Kanwil Kemenkumham Sulsel bekerja sama dengan TKIT Muslih Gowa mengadakan festival Ramadhan yaitu lomba Azan, Tahfidz Al-Quran dan lomba mewarnai.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Hiasi Ramadhan dengan Prestasi dan Gali Potensi Dini bersama Insan Imigrasi dan TKIT Muslih Gowa”, digelar di Aula Rudenim Makassar.
Peserta lomba diikuti dari anak-anak yang bermukim Rudenim, dan sejumlah anak pengungsi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ketua Yayasan TKIT Muslih Gowa, Ustadz Erwin Syarif menyampaikan, kegiatan ini disponsori oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) area Makassar, dan kerjasama dengan Rudenim ini merupakan yang ke-2 kalinya.
Tujuan dari kegiatan ini bukan sekedar memperebutkan piala dan hadiah, tetapi untuk mempererat tali sitaruhmi antar orang tua siswa yang bermukim di sekitar Rudenim Makassar.
“Saya harap kedepannya dapat terus meningkatkan silaturahmi kita. Lomba kali ini dapat dikatakan kegiatan bertajuk Internasional, karena ada peserta dari pengungsi luar negeri. Semoga anak-anak saling kita mengenal lebih dekat warga luar negeri,” katanya, Jum’at (29/3/2024).
Kepala Rudenim Makassar, Atang Kuswana mengatakan, bahwa kegiatan Ramadhan Ceria ini merupakan salah satu bentuk komitmen Rudenim Makassar dalam memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar juga kepada anak-anak pengungsi luar negeri.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, dan mereka dapat merasakan keceriaan di bulan Ramadhan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Lanjut Atang Kuswana, meskipun Indonesia tidak meratifikasi konvensi status pengungsi, tetapi tetap melakukan pemenuhan terhadap hak dasar mereka yaitu hak pendidikan.
Mereka diperbolehkan untuk sekolah, asal pembiayaannya tidak dibebankan kepada APBN atau APBD.
“Sekitar 93 pengungsi anak di Kota Makassar yang bersekolah, baik itu sekolah negeri maupun swasta, mulai dari tingkat TK sampai SMA,” jelasnya.
Sekedar diketahui, semua peserta mendapatkan bingkisan dari IOM yang berisi buku dan alat tulis.
Seorang anak pengungsi asal Somalia yang meraih juara lomba adzan dan juara favorit tahfidz yaitu Moukib (8) yang lahir di Indonesia.
Moukib menempuh pendidikan di SD Kota Makassar, merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, dan orang tuanya sudah lama menetap di Kota Makassar sejak tahun 2013. (Fajar Ahmad Wahyuddin)
Editor: Roy
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


