Gowa — Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten Gowa mencatat kuota pupuk bersubsidi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini diutarakan kabid PSP Ilyas Melalui Kasi Ichsan mengatakan kuota yang diajukan untuk pupuk bersubsidi berkurang hampir 50 persen dari jumlah pengajuan.
” Pengajuan kuota pupuk bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” kata Ichsan
Lanjut ia juga menjelaskan tahun 2023 kuota pupuk urea bersubsidi Kabupaten Gowa mencapai 42.253.933 Kg melalui aplikasi I.pubers dari usulan, sementara NPK 9.538.112 Kg dari ajuan.
“Untuk tahun 2024 ini pupuk bersubsidi Urea mengalami penurunan sekitar 16.863.933 Kg sedangkan pupuk NPK mengalami Kenaikan sekitar 8.299.888 Kg.memang ada penurunan, tapi cukup jauh jumlahnya dari ajuan,” katanya.
Ichsan juga memaparkan untuk penetapan alokasi pupuk bersubsidi ini sudah diatur oleh keputusan yang berlaku
” Penetapan Alokasi Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 744/KPTS/SR.300/M/12/2023 kemudian ditindak lanjuti melalui keputusan Gubernur Sulsel Nomor 1802/XI/tahun 2023 tentang penetapan Alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sekitar pertanian tahun 2024″ jelasnya
Ia juga mengungkapkan efek dari penurunan kuota pupuk memunculkan isu kelangkaan pupuk subsidi di Gowa .” Pengadaan dan penyaluran pupuk Bersubsidi menjadi tanggung jawab Produsen , Distributor dan pengecer berdasarkan ketentuan yang berlaku
Dia mengatakan bahwa untuk mekanisme pembelian pupuk bersubsidi, tidak lagi menggunakan kartu tani, tapi cukup menggunakan KTP.
“Mungkin dengan penggunaan KTP ini, bisa lebih memudahkan. Nantinya tidak ada lagi kasus kuota kartu kosong, atau mengalami error saat digesek,” kata dia.
Sementara, alokasi per orangnya bisa dilihat di kios, dengan menggunakan aplikasi I-Pubers, bisa di print atau online. “Sekarang masih dipersiapkan, kalau sekarang cukup menggunakan KTP dulu,” katanya
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura melalui via WhatsApp Fajaruddin optimis jika kelangkaan pupuk bersubsidi ini akan kembali seperti tahun sebelumnya
” terkait dengan kekurangan pupuk dan kelangkaan pupuk di petani insya Allah akan ada tambahan kuota pupuk dari kementrian pertanian sesuai dengan janji bapak menteri pertanian pada saat kunjungan kerja bulan maret 2024 di kab. Jeneponto untuk mengembalikan tambahan pupuk sekitar 50 % atau sama dengan kuota pupuk tahun sebelumnya.” Tukasnya Kadis Tanaman Pangan Dan Holtikultura Gowa
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


