PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasangkayu secara resmi membuka kegiatan Pemutakhiran Data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang berlangsung di aula kantor Bupati Pasangkayu, Selasa (20/5/2025).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah yang berbasis data akurat dan progresif.
Sekda Pasangkayu, Muh. Zain Machmoed, menyampaikan PBB-P2 merupakan salah satu sumber PAD yang sangat penting dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Pemutakhiran data ini akan memperkuat basis data, sehingga penerimaan pajak dapat lebih optimal, akurat, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hal ini juga akan mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang merata,” ujarnya.
Menurut dia, PBB-P2 bukan sekedar proses administrasi, tapi merupakan bagian dari reformasi tata kelola pajak daerah, dan kita dapat mengetahui kondisi riil objek dan subjek pajak di lapangan, memperbaiki data yang sudah tidak relevan, serta menyesuaikan dengan perkembangan fisik dan sosial ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, mengajak semua pihak untuk turut mendukung dan terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi PBB-P2 ini.
“Pemutakhiran data PBB-P2 dilakukan dengan melibatkan aparat kelurahan, camat, kepala lingkungan serta petugas pajak daerah yang akan bekerja sama untuk mencatat ulang seluruh objek pajak, baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan semua objek pajak yang tercatat dengan benar dan sesuai kondisi lapangan saat ini,” ucap Moh Zain.
Lanjut Moh Zain, petugas pendataan diharapkan dapat bekerja dengan jujur, cermat, profesional, dan menjaga etika dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Satu data yang tidak akurat bisa berdampak besar pada penerimaan daerah maupun kepercayaan publik terhadap Pemda Pasangkayu, sehingga muncul pertanyaan warga yang merasa tidak adil karena kesalahan data tersebut.
“Mari kita bersama memperkuat basis data perpajakan dengan menjadikan kegiatan ini sebagai langkah dalam meningkatkan PAD, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan daerah menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” urainya.
Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Arhamuddin, Kepala Dinas kelautan dan perikanan Kartini, Ketua tim kegiatan pemutakhiran pajak daerah M. Fajar Prasetyo, tenaga ahli Stevano Hanzart, para camat, serta perwakilan masing-masing OPD.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


