MATENG, LINTASNEWSMEDIA.ID – Terjadi fenomena likuifaksi (tanah bergerak) yang terjadi di daerah Tobadak, Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mencuri perhatian luas di media sosial dan menjadi viral.
Likuifaksi adalah fenomena geologi yang terjadi ketika tanah kehilangan kekuatannya akibat tekanan yang berlebihan, sering kali disebabkan oleh getaran gempa bumi atau curah hujan yang tinggi.
Peristiwa likuifaksi terjadi pada Sabtu 2 November 2024 di jalan alternatif leling tobadak. Situasi tersebut tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, tetapi juga membawa dampak signifikan bagi industri dan infrastruktur di wilayah tobadak.
Di pusat kejadian, sebuah alat ekskavator yang sedang beroperasi di kawasan tersebut tertimbun oleh tanah yang mengalami likuifaksi, sehingga akses jalan tobadak terputus.
Peristiwa itu terjadi saat alat berat tersebut sedang melakukan aktifias untuk keperluan pembangunan infrastruktur di wilayah Tobadak. Operator alat berat melompat untuk menyelamatkan diri saat terjadi likuifaksi.
Video dan gambar dari peristiwa tersebut menyebar cepat di platform-platform media sosial, seperti terlihat unggahan akun tiktok @Dodhy49, sehingga menarik perhatian netizen yang terkejut dengan situasi yang dialami pekerja tersebut.
Banyak warganet yang memberikan komentar dan berbagi pengalaman pribadi terkait fenomena likuifaksi, serta mengenai bagaimana mereka menghadapi situasi serupa di daerah masing-masing.
Komentar warga net @bg.jo “opr gmna bg,,,aman ji pak krna sempat ji lompat jawab @Dodhy49, lanjut @dodhy49 ad ji itu vidio nya di profil ku, sementara itu @fazila khalisa “Alhamdulillah kalau slmtji kodong.
Momen viral ini semakin memperkuat kesadaran publik tentang risiko bencana alam, terutama di wilayah yang rentan terhadap likuifaksi.
Kejadian likuifaksi di Tobadak ini menjadi pengingat penting akan ketidakpastian alam dan pentingnya kesiapsiagaan di tengah ancaman bencana. Diharapkan, dengan kesadaran dan kerja sama yang baik dari semua pihak, masyarakat dapat lebih siap dan selamat dari berbagai ancaman bencana di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


