PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Kawasan pegunungan Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dihuni sejumlah suku Bunggu, Da’a dan suku lainnya, dimana suku Bunggu memiliki kekayaan budaya yang harus dilestarikan.
Suku Bunggu hidup di atas pohon dengan memanfaatkan alam sebagai sumber penghidupan kesehariannya.
Lima (5) Kabupaten se-Provinsi Sulbar akan digelar budaya pesona Bunggu dalam melestarikan dan mengembangkan salah satu ikon identik yang dimiliki oleh suku Bunggu tersebut.
Warga suku Bunggu yang terdapat di wilayah Kabupaten Pasangkayu akan tampil dalam pagelaran budaya suku Bunggu di Butta Ciping, Kabupaten Polman, Jum’at (30/6/2023).
Andi Latifa Arifin mengatakan, warga suku Bunggu yang ada di Kabupaten Pasangkayu akan mengikuti program kegiatan taman budaya di Sulbar, dan itu dilaksanakan di wilayah Butta Ciping, Kabupaten Polman.
“Warga Bunggu yang ada di wilayah Pasangkayu akan menampilkan pesona budaya Bunggu di Butta Ciping, dengan menampilkan berbagai ragam budaya serta pagelaran seni adat suku Inde’ dan suku Da’a,” katanya.
Menurut Andi Latifa, sebelum itu saya meminta izin kepada Kepala suku adat to Bunggu bapak Panggo, selanjutnya melakukan survei dilapangan yang terdapat di Kecamatan Bambalamotu serta Kecamatan Pasangkayu.
“Pagelaran budaya, seperti pameran pernak-pernik, serta menampilkan Tari Motaro, dan itu salah satu ikon identik dari warga budaya bunggu yang ada di Kabupaten Pasangkayu,” ungkapnya. (Roy Mustari).
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


