JENEPONTO, LINTASNEWSMEDIA.ID – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto melaksanakan sosialisasi dan pesan kunci Pokja IV, Selasa (20/8/2024).
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (DPMD), Kabid Pemerintahan dan masyarakat Desa Hamka Lau dan Dinas Kesehatan.
Tim PKK Kabupaten Jeneponto, Sumiati menyampaikan, permasalahan gizi di Kabupaten Jeneponto masih cukup tinggi, bahkan tergolong dalam masalah kesehatan masyarakat terkait stunting yaitu kekurangan gizi kronis maupun wasting (gabungan gizi kurang dan gizi buruk) dan gizi akut pada usia balita yang merupakan sulit untuk dikendalikan.
Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto terus berupaya memperbaiki masalah gizi ditengah-tengah masyarakat, perlu perhatian bersama instansi dan komponen masyarakat.
“Salah satu pendekatan untuk menyasar masalah perubahan perilaku adalah Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) melalui 3 pesan kunci yakni Advokasi, kampanye, mobilisasi sosial, dan komunikasi antar pribadi. Sehingga terciptalah tatalaksana Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) standar nasional,” ujarnya saat membuka sosialisasi.
Ia katakan, percepatan penurunan stunting, perlu mencanangkan 3 hal, yaitu memberikan penguatan kesadaran terhadap masyarakat serta perilaku seksual yang berisiko terjadinya peningkatan stunting, maka perlu dilakukan pencegahan pernikahan dini.
“Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 terhadap angka Stunting Jeneponto sebesar 37,9%, sedangkan di tahun 2022 sebesar 39,8% dan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 36,3%, terjadi penurunan sebesar 3,2%,” ucap Sumiati.
Sumiati menambahkan, peran utama yang perlukan dilakukan PKK untuk percepatan penurunan stunting pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus memegang peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Untuk mencegah lahirnya stunting baru di Jeneponto, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penggerakan kader, membangun organisasi, upaya advokasi dan perencanaan yang mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemutahiran data dan informasi.
“PKK mempunyai peran yang sangat penting dalam percepatan penurunan angka Stunting dengan komitmen bersama dalam peningkatan peran aktif para kader untuk menggerakkan individu, keluarga dan masyarakat dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak,” ujarnya. (Firman)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


