PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh, tetapi tempat di mana martabat sebuah keluarga dijaga dan masa depan anak-anak dirajut, Senin (18/6/2026).
Pesan mendalam itulah yang terpancar dari langkah nyata Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, S.H., saat menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Dusun Bantayang, Desa Buluparigi, Kecamatan Baras, Kabupaten Kabupaten Pasangkayu. Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kehadiran negara dalam memastikan setiap warga mendapatkan hak dasarnya berupa hunian yang layak, aman, dan sehat.
Dalam sambutannya, H. Yaumil Ambo Djiwa menegaskan bahwa program RTLH ini adalah salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Baginya, rumah yang tidak layak huni merupakan faktor penghambat bagi produktivitas dan kesehatan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga kita yang merasa cemas saat hujan turun atau tidak memiliki privasi di rumahnya sendiri. Dengan memperbaiki kualitas hunian, kita sedang memperbaiki kualitas hidup masyarakat Pasangkayu secara keseluruhan,” ujar Bupati dengan penuh optimisme.
Peluncuran program ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat setempat. Bagi para penerima manfaat, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doa selama bertahun-tahun. Program ini mencakup perbaikan struktur bangunan, atap, dinding, hingga sanitasi dasar, dengan harapan terciptanya lingkungan hunian yang sehat dan manusiawi.
Bupati Yaumil juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.
Dirinya meminta agar pelaksanaan program ini dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan pengawasan dan gotong royong dari warga. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini agar Pasangkayu semakin maju, unggul, dan sejahtera,” ajaknya.
Dengan dimulainya program ini, harapan baru mulai tumbuh di sudut-sudut rumah warga. Bukan lagi tentang dinding yang retak atau atap yang bocor, melainkan tentang optimisme akan masa depan yang lebih kokoh, sekuat fondasi rumah yang kini sedang dibangun kembali. (Adv)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


