PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, telah lama menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu. Menyadari bahwa tantangan industri di masa depan tidak lagi hanya soal produktivitas lahan, tetapi juga tentang penguasaan teknologi dan tata kelola berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu mengambil langkah strategis, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari yang dimulai dari tanggal 21 hingga 27 Juni 2026, dan merupakan bentuk kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Citra Widya Education.
Pelatihan pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 dihadiri langsung Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Mula Putera, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasangkayu Moh. Zain Machmoed yang di dampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan H. Abidin, dan diikuti sebanyak 127 petani kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Pasangkayu.
Dalam sambutannya, Sekda Moh. Zain Machmoed menekankan bahwa tahun 2026 adalah momentum krusial bagi para pelaku industri perkebunan di Pasangkayu untuk bertransformasi.
Menurutnya, ketergantungan pada teknik tradisional harus segera ditinggalkan demi efisiensi dan daya saing global.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan luas lahan. Masa depan perkebunan kita ada pada kualitas sumber daya manusianya. Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya belajar cara menanam, tetapi juga belajar tentang digitalisasi perkebunan, sertifikasi keberlanjutan (ISPO), serta pola manajemen yang lebih modern dan presisi,” ujarnya di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari para penyuluh, pengurus koperasi, dan petani milenial.
Sekda Pasangkayu menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap perubahan positif ini.
“Pelatihan ini bukan sekadar seremonial. Kami menargetkan para peserta yang hadir di sini bisa menjadi agen perubahan ( agent of change) di desa-desa mereka masing-masing. Jadilah petani yang melek teknologi, yang mampu mengelola kebun bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi sebagai sebuah unit bisnis yang profesional,” tambah Zain.
Selain itu, Zain menyampaikan optimisme bahwa dengan SDM yang terampil, Kabupaten Pasangkayu tidak hanya akan menjadi produsen komoditas mentah, tetapi menjadi daerah yang mampu mengelola dan memberikan nilai tambah bagi produk perkebunannya sendiri.
“2026 adalah titik tolak. Saya ingin melihat perkebunan di Pasangkayu menjadi model bagi daerah lain di Indonesia—sebuah perkebunan yang modern, ramah lingkungan, dan menyejahterakan rakyatnya,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak ratusan tenaga kerja terampil yang siap menjawab tantangan pasar dunia, sekaligus menjaga eksistensi sektor perkebunan di wilayah Pasangkayu sebagai primadona ekonomi daerah di masa depan. (Adv)
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


