Gowa — Heboh Beredar Video di media sosial dan group WhatsApp nampak seorang pria yang berada dalam ruangan kelas sekolah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, indikasi mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) bupati Gowa.
Sosok dalam video tersebut disebut-sebut bernama Dzulqarnain, S.E., M.M., Dg. Janji, seorang tokoh pemuda dari Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong, yang dikenal juga sebagai Konsultan Perencanaan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Menurut penelusuran awak media dari jejak rekam digital, Dzulqarnain memiliki latar belakang sebagai Sekretaris Bidang Infrastruktur dan Perhubungan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta aktif sebagai staf pribadi Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Nampak didalam video viral tersebut, Dzulqarnain memberikan penjelasan terkait program beasiswa. Namun, sejumlah pihak indikasi bahwa ada narasi tersembunyi mengajak para siswa dan keluarga mereka untuk memilih paslon bupati tertentu, yakni pasangan nomor urut 02, Husniah Talenrang. Selain itu, muncul dugaan bahwa terdapat unsur intervensi dalam pernyataan Dzulqarnain, di mana beasiswa dikaitkan dengan dukungan terhadap paslon tersebut.
Tayangan video ini menuai kecaman dari berbagai kalangan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kampanye hitam atau black campaign dengan menyalahgunakan program beasiswa untuk kepentingan politik. Sejumlah warga Gowa meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran pemilu ini, dan menegakkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Masyarakat menilai, jika dugaan ini terbukti benar, tindakan tersebut merusak proses demokrasi di Kabupaten Gowa. Mereka berharap Bawaslu dapat bekerja secara profesional untuk memastikan pemilu berjalan dengan bersih, adil, dan tidak melibatkan unsur paksaan terhadap pelajar atau kalangan lainnya. Video ini juga menjadi bukti bahwa dalam upaya meraih dukungan, beberapa pihak diduga rela mengorbankan etika demokrasi dan pendidikan, demi kepentingan politik sempit.
Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB) Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka Ikut Berkomentar saat di temui oleh awak media di salahsatu kafe di bilangan kota Sungguminasa kabupaten Gowa, Ia Mengatakan ” HT itu maju jadi calon bupati Gowa di Pilkada serentak 2024 ini, sementara diketahui bersama SMA sederajat itu kewenangan dinas pendidikan Provinsi”
“Iya saya sudah nonton video itu hingga tuntas, sangat menjijikkan.
Jangan hanya karena untuk memenangkan Paslon yang didukung sehingga melakukan hal yang tidak terpuji dan melanggar hukum, anak anak kita disekolah sudah di ajar supaya cerdas malah di ajar bodoh dan dibodohi”Ungkapnya
“Dengan menyebut nama Wamen itu bisa merusak kredibilitas orang yang dia maksudkan” Tegasnya
“Mana bisa Husniah Talenrang mengintervensi ke pusat, sementara dia baru 5 tahun terjun di politik itupun hanya anggota DPRD kabupaten Gowa.” Terangnya
Lanjut” Dinas pendidikan kabupaten Gowa saja kurang perhatian darinya apalagi mau mengintervensi pusat terkait beasiswa SMA sederajat yang menjadi kewenangan dinas pendidikan provinsi Sulsel.” Tutupnya.
Sejumlah pihak berharap agar peristiwa ini dijadikan pelajaran untuk para kandidat dan tim suksesnya, agar menjaga proses kampanye yang bersih dan mendidik, tanpa melibatkan anak-anak sekolah atau memberikan janji-janji yang bersifat transaksional. Jika memang terbukti ada pelanggaran, masyarakat Kabupaten Gowa berharap sanksi tegas diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


