JAKARTA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Panggung perjuangan pahlawan sastra merah putih kelima menampilkan sejumlah deklamator nasional yang telah membuat semangat ”patriotik” bagi generasi milenial (Gen Z) untuk lebih mencintai para pahlawan yang telah gugur melalui bidikan karya sastra berupa puisi atau sajak mereka.
Terlihat jelas dalam kegiatan panggung perjuangan yang digelar deklamator nasional dan para kawula muda mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Indonesia (UI), berlangsung di halaman pekarangan rumah Betawi Museum Benyamin Sueb di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.
Para deklamator nasional yang tampil kali ini membacakan puisi, khususnya tentang semangat kepahlawanan menuju Kemerdekaan RepubIik Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang dapat memberikan semangat kebangsaan lebih kuat bagi generasi muda milenial.
“Olehnya itu, diharapkan generasi muda-mudi untuk tidak kendor dalam mencintai karya sastra melalui puisi dan sajak,” ucap Octavianus Masheka (Bung Octa) selaku Ketua Penyelenggara dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Sabtu (16/11/2024).
Kegiatan sastra ini merupakan rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2024, lanjut Bung Octa, panggung perjuangan pahlawan sastra merah putih ini sudah yang kelimanya dilaksanakan.
“Salah satu pemilik tokoh buku sastra di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang seorang Deklamator Nasional Jose Rizal Manua juga membacakan puisi berjudul “Terus Berkibar Sampai Sekarang untuk Bung Tomo” dan “Selamat Jalan Jenderal, Selamat Jalan Pahlawan”, jelasnya.
Selain itu, dilanjutkan dengan tampilan generasi milenial (Gen Z) Narima Beryl dari UI dengan puisi berjudul “Diponegoro” karya Pujangga Angkatan 45 Chairil Anwar.
Faela Sufas dari Fakultas pendidikan jasmani UNJ membacakan puisi berjudul “Museum Perjuangan” karya Guntowijoyo.
“Jadi, pembacaan puisi lebih banyak didominasi anak-anak muda ini, sehingga kegiatan ini menghadirkan Salsabila dari UNJ juga membacakan karya puisi Toto Sudarto Bachtiar berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”, terang Octavianus.
Octavianus juga menyampaikan, penyair Imam Ma’arif membacakan karya sastrawan fenomenal Chairil Anwar berjudul “AKU” yang juga sudah dikenal generasi milenial mulai pelajar tingkat SLTP, SLTA hingga tingkat mahasiswa.
Tentu para mahasiswa kenal sastrawan yang sangat fenomenal Chairil Anwar.
“Masing-masing sastrawan membacakan karya di atas panggung perjuangan pahlawan sastra merah,” ucap penyair berambut gondrong. Kegiatan ini akan dilanjutkan di kota tua pada 23 November 2024.
Editor: Roy
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


