MAKASSAR, LINTASNEWSMEDIA.ID – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas), yang tergabung dalam tim “Pelukku Pelikmu”, sukses mengimplementasikan program intervensi psikososial berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bagi anggota Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Saribattangku, berlangsung di Kantor Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Stigma sosial sering kali menjadi luka yang lebih menyakitkan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) dibandingkan virus itu sendiri. Rasa malu, cemas berlebih, isolasi diri, hingga bayang-bayang depresi kerap menjadi tembok tebal yang menghalangi mereka untuk kembali menatap masa depan dengan optimis.
Tak sekadar memberi dukungan moral biasa, mereka merangkai sebuah program intervensi psikologis yang terstruktur rapi, memadukan kehangatan Opening Hearts hingga puncak perayaan Empower Fest, dengan menggunakan pendekatan CBT.
Tim Pelukku Pelikmu PKM-PM Unhas yang diketuai oleh M. Aidil Akbar dari Program Studi Pendidikan Dokter, bersama Alika Wahyuni dari Program Studi Psikologi, Andi Tenri Oja Anas dan Annisaramah Menceng Azzahra dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta A. M. Bintang Ramadhan Galigo dari Program Studi Proteksi Tanaman. Tim ini mengusung program berjudul “Pelukku untuk Pelikmu: Self-Stigma Reduction melalui Peningkatan Self-Acceptance dan Self-Efficacy Berbasis Cognitive Behavioral Therapy bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) Saribattangku” yang melibatkan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Saribattangku sebagai mitra pengabdian.
Perjalanan transformasi mitra berlangsung secara sistematis, dimulai dari fase Opening Hearts untuk membangun kepercayaan, kemudian berlanjut ke sesi Heart2Hearts yang mempererat ikatan emosional antar anggota melalui berbagi pengalaman.
Peserta kemudian diajak untuk melakukan refleksi mendalam melalui HEARTalk dan Reflection Space, di mana mereka dibimbing untuk mengenali pikiran negatif serta saling memberikan apresiasi atas potensi diri masing-masing. Proses pendampingan semakin diperkuat pada fase Inside the Journey melalui metode modelling dan relaksasi untuk memperkuat penerimaan diri, yang kemudian diaktualisasikan ke dalam aktivitas produktif seperti memasak, meronce, dan menanam pada fase Inside Hope. Seluruh rangkaian ini berpuncak pada Empower Fest, sebuah ajang aktualisasi diri di mana mitra dengan penuh percaya diri menampilkan potensi dan bakat mereka di hadapan sesama anggota komunitas.
Ketua Tim Pelukku Pelikmu PKM-PM Unhas, M. Aidil Akbar, mengungkapkan bahwa perubahan yang dialami oleh mitra sangat menyentuh dan signifikan.
“Program kampus, “Pelukku Pelikmu” telah menanamkan benih-benih harapan yang akan terus tumbuh subur di KDS Saribattangku. Dari Opening Hearts hingga Empower Fest, mereka telah menunjukkan bahwa cinta, empati, dan ilmu pengetahuan adalah kombinasi paling ampuh untuk memeluk segala kerumitan dan memberdayakan mereka yang sempat terpinggirkan,” ungkapnya, Minggu (23/8/2026).
Aidil katakan, kami menyaksikan transformasi nyata pada diri para mitra. Mereka yang sebelumnya cenderung menutup diri akibat stigma, kini menjadi jauh lebih terbuka dan berani mengakui potensi yang mereka miliki.
Mereka bukan lagi individu yang bersembunyi di balik bayang-bayang penyakit, melainkan pejuang-pejuang kehidupan yang berdaya, percaya diri, dan siap menghadapi dunia luar.
“Empower Fest bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan sebuah pembuktian bahwa status kesehatan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berkarya dan merasa berharga,” ujarnya.
Salah satu peserta ODHIV yang mengikuti kegiatan tersesbut, menyampaikan bahwa pengalaman ini sangat bermanfaat bagi kami setelah mengikuti program Pelukku untuk Pelikmu.
Kegiatan ini berlangsung selama 15 kali pertemuan yang berfokus pada pengurangan stigma internal, penerimaan, dan keyakinan terhadap kemampuan, merupakan program dari Tim Pelukku untuk Pelikmu PKM-PM Unhas, yang telah menghadirkan ruang aman serta suportif bagi kami untuk dapat mengeksplorasi potensi diri.
“Kehadiran PKM-PM Unhas melalui program “Pelukku Pelikmu” dapat mengembangkan kemampuan hingga membangun keberanian untuk mengekspresikan diri. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam, dan berharap kehadiran program ini dapat terus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan bagi ODHIV,” katanya.
Keberhasilan Tim “Pelukku Pelikmu” PKM-PM Unhas dalam mendampingi KDS Saribattangku membuktikan bahwa sentuhan ilmu psikologi yang dibalut dengan ketulusan hati mampu menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat. Pendekatan CBT terbukti menjadi mercusuar yang menuntun mereka keluar dari labirin kecemasan.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


