PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Pameran pembangunan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasangkayu ke-20 dilaksanakan sejak 6 hingga 11 Maret 2023 yang diduga terdapat indikasi kejanggalan anggaran biaya listrik ke PLN Rayon Pasangkayu, Kamis (16/3/2023).
Informasi yang dihimpun sejak berjalannya pameran pembangunan, panitia sempat menyebutkan untuk sewa tempat bagi pedang kaki lima (K5), listrik dan sampah itu besarannya Rp. 250 ribu. Selain itu, biaya pasokan listrik ke PLN Rayon Pasangkayu sebesar Rp. 30 jutaan termasuk sewa kabel sepanjang 1 kilo meter selama pameran tersebut.
Menurut kepala PLN Rayon Pasangkayu melalui supervisor pelayanan pelanggang, Frieldo E G mengatakan, itu bukan pungutan, tapi merupakan biaya penggunaan KWH yang telah dikeluarkan oleh PLN saat pelaksanaan pameran pembangunan sejak tanggal 6 sampai 11 Maret 2023.
“Benar, kami mengambil berdasarkan besaran KWH/Daya yang dikeluarkan saat pameran pembangunan”, ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, untuk biaya daya listrik multi guna yang dikeluarkan oleh PLN, untuk stand 41500 Volt Amper (VA) selama 5 hari dan hari ke-6 33.000 VA. Sedangkan ke koperindag itu 66.000 (VA) berjalan selama 5 hari, kemudian dihari ke-6 permohonan penggunaannya bertambah menjadi 56.000 VA.
“Jadi dari penggunaan listrik multi guna tersebut, PLN hanya memungut biaya untuk pariwisata Rp 7.900.000,- . Sementara Dinas Koperindag sebesar Rp 8.400.000 yang sudah berdasarkan dari sistem PLN,” terang Frieldo.
Lebih Frieldo, batas dari PLN hanya dari panel KWH sampai ke tiang, dan untuk dari panel ke stand-stand itu bukan lagi tanggung jawab PLN. Namun, kami tetap membantu demi kesuksesan pameran pembangunan Pasangkayu.
“Keseluruhan biaya malam itu sebesar Rp 16.300.000, dan kami dari PLN tidak ada lagi sangkutan di luar dari panel ke stand,” jelasnya. (Roy Mustari)
Editor: Admin
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


