Gowa –— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ,Partai Amanat Nasional (PAN ) dan Partai Golongan Karya ( Golkar) caleg dapil 7 Barombong -pallangga mengeluh hasil kinerja yang dilakukan oleh pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan Pallangga tidak becus,tidak profesional dan tidak transparan dalam menjalankan Amanah diduga memanipulasi jumlah perolehan suara.
Adanya sinyalir tindak pidana pemilu yang dilakukan pihak PPS dan PPK kecamatan Pallangga, hal ini di ungkapkan salah satu caleg PKB Zubair Daeng Sijaya saat melakukan pemantauan proses rekapitulasi hasil perhitungan surat suara di tingkat kecamatan. Diketahui ada perubahan jumlah suara yang dialami caleg PKB saat dilakukan rekapitulasi hasil perhitungan surat suara di tingkat kecamatan.
” Berdasarkan hasil suara Zubeir Daeng Sijaya mencapai 5.431 suara, namun yang dimasukkan oleh PPK hanya 4.357. Artinya ada kehilangan 1.074 suara. “Olehnya itu saya akan tetap persoalkan pada rekap di KPU nanti” ujar Sijaya, Minggu (3/3/2024).
Lanjut ia juga mengatakan Selain itu, PPK mengeluarkan D Hasil sebelum pleno penetapan. Ini juga merupakan sebuah pelanggaran.
” banyak kejanggalan, seperti mengundang Caleg dan saksi partai untuk menghadiri pleno, namun hanya untuk menyandingkan data C1 bukan menerbitkan D Hasil Si Rekap” tambahnya
Hal senada juga diungkapkan Caleg Dari Partai Golongan Karya nomor urut 10 Nirwan menjelaskan banyak data suara yang hilang dan bergeser ke partai dan Caleg lain.
” Sebelum rapat pleno di gelar phak PPS Dan PPK Kecamatan Pallangga mengeluarkan D bukan dari hasil Pleno ini sangat jelas adanya dugaan Manipulasi suara” Tegasnya
Tambah ia juga mengungkapkan Banyak hal yang dipertanyakan pengurus partai, Caleg, hingga saksi lantaran tidak sistematis agenda yang dilakukan oleh PPK
” Intinya Agenda yang dilakukan pihak PPS dan PPK kecamatan Pallangga selama hampir dua pekan ini sangat Rincu, kami akan melaporkan kejadian ini ke KPU Kabupaten Gowa ” ujarnya
Sementara itu Ketua PPK Kecamatan Pallangga Muh Yunus saat dikonfirmasi Terkait hal tesebut sampai sekarang belum ada penjelasan dan bungkam sebelum Pemberitaan Ini Di publish
Terpisah, komisioner Bawaslu Gowa Juwanto Amol memberi tanggapan via WhatsApp bahwa ada tiga data yang disandingkan yakni Exel PPK, Exel Bawaslu dan Si Rekap. ” Bahkan kami juga belum dapat hasil rekap ke saksi. Semalam saksi Bawaslu kesana ada data disebar kepada saksi, tapi belum dapat dipastikan data apa itu. Kami akan konfirmasi kembali”ujar Juwanto.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


