PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Bhabinkamtibmas Desa Motu, Polsek Baras, Polres Pasangkayu, Brigpol Sulkipli, melaksanakan problem solving terkait permasalahan kesalahpahaman antara dua warga di UPTD Puskesmas Baras 2, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan mempertemukan kedua belah pihak bersama Kepala UPTD Puskesmas Baras 2 guna mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
Permasalahan bermula pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, saat pihak kedua, Suriati, yang merupakan perawat UPTD Puskesmas Baras 2, hendak mendampingi proses rujukan pasien ke RSUD Pasangkayu. Pada saat bersamaan, anak dari pihak pertama, Hasmat, dititipkan kepada pihak kedua.
Namun, ketika Hasmat datang dan melihat anaknya tidak berada dalam penjagaan pihak kedua, terjadi kesalahpahaman yang kemudian menimbulkan ketegangan di antara keduanya. Kondisi tersebut membuat pihak kedua merasa terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Brigpol Sulkipli mempertemukan kedua belah pihak dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan masing-masing. Bhabinkamtibmas juga memberikan masukan serta imbauan kamtibmas agar permasalahan tidak berkembang dan dapat diselesaikan dengan kepala dingin.
Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan damai. Keduanya juga sepakat untuk kembali menjaga hubungan silaturahmi serta menyatakan bahwa permasalahan tersebut telah selesai.
Pihak pertama juga menyampaikan permohonan maaf, mengakui kesalahannya, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang dapat menimbulkan permasalahan, baik terhadap pihak kedua maupun di lingkungan UPTD Puskesmas Baras 2 dan sekitarnya. Pihak pertama juga menyatakan bersedia diproses sesuai hukum apabila di kemudian hari melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Kapolsek Baras IPTU Fantri Alfaisar mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan persoalan warga melalui pendekatan dialog dan kekeluargaan.
“Melalui problem solving, diharapkan setiap permasalahan di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, saling menghormati dan menjaga keamanan serta ketertiban bersama,” ujarnya. (*)
Eksplorasi konten lain dari lintasnewsmedia.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


