KUTAI KARTANEGARA, LINTASNEWSMEDIA.ID – Pernyataan seorang pengamat politik Rocky Gerung viral di Media Sosial (Medsos), diduga telah menghina, melecehkan harkat dan martabat Presiden Joko Widodo.
Dugaan penghinaan sang akademisi tersebut ke Presiden Jokowi dalam orasinya pada acara buruh di Bekasi, mengundang kontroversi.
Salah satunya Organisasi Masyarakat (Ormas) Perpedayak Pasukan Lawung Behadang (Pasukan Merah) Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) geram terhadap Rocky Gerung.
Pelaksana Tugas Harian (Plh) Cabang Perpedayak, Gerri mengatakan, kami telah melihat video yang trending di twitter, di video tersebut dalam pernyataan Rocky Gerung menghina Jokowi:
Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
“Jadi, kami dari Pasukan Merah akan terus mendukung dan mengawal pembangunan IKN Nusantara, karena banyak manfaat positif dari pembangunan IKN Nusantara, seperti pemerataan pembangunan di seluruh Tanah Air di wilayah Kalimantan, khususnya Provinsi Kaltim. Maka memalui dengan ini meminta Kapolri segera mengambil langkah tegas terhadap pernyataan Rocky Gerung yang telah viral,” pintahnya Selasa (1/8/2023). (H. Dege)
Editor: Roy
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


