PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID — Sebuah praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite yang diduga menggunakan tangki tambahan atau yang dikenal sebagai “tangki siluman”, disinyalir terlepas dari pengawasan penegakan hukum di wilayah Pasangkayu, Sulawesi Barat, Minggu (9/8/2026).
Pantauan lintasnewsmedia di lapangan sekitar pukul 12.40 WITA, terlihat sejumlah mobil yang berada di wilayah SPBU Bulucindolo 74.915.09 menunggu antrian untuk di lakukan pengisian BBM solar atau pertalite, dan mobil Dump truck jadi pelindung.
Nampak terlihat mobil pickup dalam foto yang berada di SPBU Bulucindolo memperlihatkan pengisian solar atau pertalite langsung ke tangki berkapasitas besar, diduga terpisah dari tangki standar pabrikan.
Praktik ini diduga kuat menjadi bagian dari modus penyelewengan BBM subsidi, di mana pelaku membeli solar atau pertalite bersubsidi dalam jumlah besar dengan harga terjangkau, lalu mengalihkannya untuk dijual kembali ke sektor non-subsidi demi meraup keuntungan selisih harga yang sangat besar.
Berdasarkan aturan, pengisian BBM subsidi di SPBU hanya dibenarkan ke tangki bahan bakar asli kendaraan sesuai spesifikasi pabrik, bukan ke tangki siluman dan jeriken tanpa izin khusus.

Dugaan pembiaran ini tidak hanya mencederai rasa keadilan sosial, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran hukum yang nyata. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah adalah tindak pidana yang diancam dengan hukuman penjara dan denda miliaran rupiah.
Bahan bakar bersubsidi adalah hak rakyat kecil. Ketika segelintir oknum memperkaya diri dengan memanfaatkan “tangki siluman” di SPBU Cindolo, negara dan masyarakatlah yang paling dirugikan.
Salah seorang pengendara yang tidak ingin disebutkan identitasnya, menyampaikan bahwa sering antre berjam-jam secara jujur, pas giliran saya, pihak SPBU Cindolo katakan habis, dan itu terntu membuat kami sangat kecewa.
“Kami yang butuh bensin buat cari makan sehari-hari harus antre panjang. Pas giliran kami, dibilang habis. Padahal, sebelumnya mobil-mobil modifikasi itu bolak-balik ngisi terus,” keluhnya.
Media ini telah berupaya mengonfirmasi ke pihak SPBU Cindolo terkait maraknya pengisian BBM solar dan pertalite. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan ataupun klarifikasi resmi yang diberikan.
Eksplorasi konten lain dari Lintas News Media
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


