PASANGKAYU, LINTASNEWSMEDIA.ID – Di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus bergerak cepat, ada satu elemen yang sering kali menjadi penentu utama keberhasilan yaitu komunikasi. Tanpa komunikasi yang baik, kebijakan terbaik di atas kertas bisa jadi hanya sekadar wacana yang asing di telinga masyarakat.
Kesadaran inilah yang tercermin dari langkah strategis yang diambil oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pasangkayu. Belum lama ini, sebuah pertemuan hangat namun sarat substansi tersaji antara pihak Dinas PMD Pasangkayu dan para insan pers (jurnalis) yang bertugas di wilayah tersebut.
Bukan sekadar ngopi darat biasa, pertemuan ini menjadi ajang urun rembug untuk membahas satu isu krusial yaitu Prioritas Program Desa.
Fokus utama dalam perbincangan tersebut mengerucut pada bagaimana mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar lebih fokus pada program-program prioritas nasional dan daerah, Kamis (10/9/2026).
Dalam diskusi santai namun mendalam tersebut, Kadis PMD, Nyoan Suandi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan Dana Desa dan program pemberdayaan tidak akan tercapai tanpa dukungan dan pengawalan dari media.
“Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh jurnalis sebagai mitra kritis untuk memastikan setiap program prioritas tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Nyoman, pemerintah daerah melalui Dinas PMD tetap memprioritaskan penataan program desa meski daerah saat ini menghadapi efisiensi anggaran.
Di tengah efisiensi yang sedang dialami daerah saat ini, Dinas PMD tetap memprioritaskan anggaran untuk penataan program desa.
“Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang mencapai sekitar 58 persen menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa, dan kami tetap berusaha melakukan upaya-upaya dengan berkoordinasi dengan lintas sektor,” katanya.
Selain penataan program desa, kata Nyoman, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
“Terkait dampak El Nino yang dihadapi setiap desa, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan lintas sektor untuk menanggulangi desa-desa yang membutuhkan bantuan penyaluran air bersih,” ungkapnya.
Peran media sangat penting untuk mengabarkan informasi perkembangan program pemerintah sekaligus menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa
“Berharap kepada rekan jurnalis untuk berkolaborasi memberikan informasi kepada publik terkait kondisi desa, program yang sedang berjalan, maupun program yang akan dilaksanakan,” pinta Nyoman.
Pertemuan antara Dinas PMD dan jurnalis ini mengirimkan pesan positif, bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama pembangunan desa. Dengan adanya pelibatan aktif media, potensi penyelewengan anggaran dapat ditekan, sementara inovasi-inovasi desa yang inspiratif bisa terekspos luas dan menjadi contoh bagi desa lainnya.
Pada akhirnya, silaturahmi ini bukan hanya tentang menyamakan persepsi antara birokrat dan kuli tinta. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen bersama sebuah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah di pedesaan Pasangkayu bergerak menuju arah yang sama, kesejahteraan yang nyata dan merata. (Roy)
Eksplorasi konten lain dari lintasnewsmedia.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


